Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-01-30T18:12:24+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Politik
Setelah Kerajaan Singosari runtuh, Raden Wijaya berhasil menyelamtakan diri dari kejaran pasukan Kediri. Atas nasihat Arya Wiraraja, Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang dan menghamba kepadanya. Setelahnya Raden Wijaya kemudian menghimpun orang-orang Tumapel dan Madura menjadi pasukan untuk bersiap-siap merebut kembali kekuasaan yang ada di tangan Jayakatwang, setelah selesai datanglah bala
tentara dari Cina-Mongol atas perintah Kubilai Khan untuk menghukum Kertanegara yang telah menghina utusannya, namun mereka belum mengetahui bahwa Kertanegara sudah meninggal. Akan tetapi mereka tidak percaya dan kemudian menyerbu Jayakatwang. Maka kesempatan ini di ambil oleh Raden Wijaya untuk membalas dendam kepada Jayakatwang.
Dalam pertempuran itu tentara Kediri dapat dengan mudah ditaklukkan, Jayakatwang pun tertangkap dan dibunuh. Pada waktu tentara Tartar hendak kembali ke pelabuhan, Raden Wijaya kembali menyerang.
Dan setelah berhasil Raden Wijaya dinobatkan sebagai Raja Majapahit.
1. Masa Pemerintahan Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309)
Menurut Prasasti Gunung Butak dan Kitab Pararaton, Raden Wijaya memperistri anak Kertanegara, yaitu :
 Dyah Dewi Tribhuwaneswari;
 Dyah Dewi Narendraduhita;
 Dyah Dewi Prajnaparamita Jayendradewi;
 Dyah Dewi Gayatri.
Akan tetapi perkawinan itu lebih berlatar belakang agar tidak terjadi perebutan kekuasaan di dalam anggota keturunan Kertanegara. Pada masa pemerintahannya, Raden Wijaya lebih mengutamakan konsolidasi kekuatan dalam kerajaan. Pada tahun 1309, Raden Wijaya wafat dan dimakamkan di Candi Simping sebagai Syiwa, dan di Artahpura sebagai Dhyani Budha. Arca perwujudannya berbentuk Harihara (Arca perwujudan Wisnu dan Syiwa dalam satu Arca).
2. Masa Pemerintahan Jayanegara (1309-1328 M)
Pemberontakan yang penting yang pernah terjadi salah satunya adalah pembarontakan Kuti yang hampir membawa keruntuhan bagi Majapahit karena berhasil menduduki ibukota Majapahit.
Jayanegara terpaksa melarikan diri ke desa Badader dan hanya diikuti oleh sejumlah pasukan dengan pimpinan Gajah Mada. Berkat kecakapan Gajah Mada, pemberontakan akhirnya dapat ditumpas. Pada tahun 1328 M, Jayanegara meninggal karena dibunuh oleh tabib kerajaan yang bernama Tanca, yang kemudian Tanca di bunuh oleh Gajah Mada.
3. Masa pemerintahan Tribuwana Tungga Dewi
Pada masa pemerintahannya telah teerjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sadeng dan Keta pada tahun 1331. Akhirnya menteri pelaksana yang pada waktu itu dalam keadaan sakit meminta bantuan kepada Gajah Mada. Setelah pemberontakan dapat dipadamkan, Gajah Mada diangkat menjadi Patih Mangkubumi Majapahit dan mengungkapkan Sumpah Tan Amukti Palapa. Pada tahun 1350 Tribhuwana mengundurkan diri sebagai raja Karena ibunya meninggal, selanjutnya tahta kerajaan diserahkan kepada putranya, Hayam Wuruk.
4. Masa Pemerintahan Hayam Wuruk.
Pada masa pemerintahannya Majapahit mengalami masa keemasan. Sebagai raja ia berpandang luas dan tajam serta memberikan kebebasan sepenuhnya kepada Gajah Mada untuk menjalankan pemerintahan karena ia mengetahui kecakapan yang dimiliki oleh Gajah  Mada dan mempunyai cita-cita yang sama yaitu untuk mempersatukan Nusantara.
Pada tahun 1357 Raja Hayam Wuruk bermaksud meminang putri Sri Baduga yang bernama Dyah Pitaloka. Lamaran itu diterima, bahkan Sri Baduga sendiri yang mengantarnya. Sesampai di Majapahit Raja Pajajaran dan rombongannya berkemah di Bubat menanti Hayam Wuruk. Namun Gajah Mada menghendaki agar Dyah Pitaloka sendiri yang diantar oleh Raja Pajajaran sebagai tanda tanduk kerajaan Sunda.
Maksud ini ditolak oleh Sri Baduga dan terjadilah pertempuran yang akhirnya Sri Baduga terbunuh dan Dyah Pitaloka bunuh diri, peristiwa ini disebut dengan perang bubat.
Setelah Gajah Mada wafat, Gajah Mungkuri diangkat sebagai pimpinan tunggal eksekutif kerajaan. Setelahnya Hayam Wuruk meninggal dan di makamkan di Candi Ngetos, Nganjuk.
5. Kemunduran Kerajaan Majapahit
Sebab-sebab kemuduran Kerajaan Majapahit dikarenakan oleh :
a. Terjadinya perang saudara yaitu perang Paregreg
b. Tidak ada pembentukan kader kepemimpinan
c. Banyak kerajaan bawahan yang melepaskan diri dan menjadi negara bebas
d. Masuk dan berkembangnya agama Islam di Jawa Timur
e. Kemunduran di bidang perdagangan karena Majapahit tidak mampu melindungi pusat-pusat perdagangan.
Sosial
Tata masyarakat berdasarkan Hinduisme yaitu pembagian anggota masyarakat kedalam empat kasta. Sistem perundang-undangan yang mengatur hukum sudah ada dan orang yang terbukti bersalah melakukan kejahatan harus dikenakan pidana mati.
Ekonomi
Berdasarkan berita dari Ma-Huan di Majapahit telah bermukim orangorang asing. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan di Majapahit sudah ramai. Selain itu juga diperkuat adanya relief-relief di Candi Tigawangi dan Penataran yang menggambarkan para pedagang dari desa sedang memikul hasil bumi.
2 5 2