Walaupun penggunaan insektisida terus ditingkatkan,populasi serangga hama selalu terus meningkat. mengapa demikian?

1
walaupun insektisida di tingkatkan, namun jika tidak ada yang membantu seperti hewan konsumen ke 2 yang memakan konsumen 1 tidak akan berkurang. pada rantai makanan di konsumen ke2 mungkin banyak yang mati, sehingga yang memakan serangga itupun tidak ada, oleh karena itu, populasi serangga meningkat.

Jawabanmu

2017-02-09T07:14:33+07:00

Halo Abdulvijaykafi!


Alasan populasi serangga hama selalu terus meningkat walaupun penggunaan insektisida terus ditingkatkan adalah karena:

1.       Timbulnya resistensi serangga hama

2.       Penggunaan insektisida malah menyebabkan peledakan serangga hama kedua

3.       Karena adanya pengaruh negatif insektisida terhadap organisme yang bukan merupakan sasaran penggunaan insektisida (musuh alami, pollinator, burung, dan ikan),

 

Berikut dibawah ini adalah penjelasannya.

Penggunaan insektisida yang secara terus - menerus ditingkatkan merupakan akibat dari resistensi serangga hama yang terjadi secara bertahap insektisida. Resistensi serangga hama terhadap insektisida didefinisikan sebagai kemampuan berkembang strain serangga dalam mentolerir dosis racun insektisida yang dapat mematikan sebagian besar individu-individu di dalam populasi yang normal pada spesies yang sama. Resistensi tersebut menyebabkan serangga hama menjadi tahan terhadap insektisida. Keadaan ini biasanya timbul sebagai akibat penggunaan satu jenis insektisida secara terus-menerus dalam waktu yang cukup lama.

Menurut berbagai penelitian, efektifitas penggunaan insektisida kimiawi semakin lama akan semakin menurun beberap tahun setelah penggunaannya. Artinya adalah hama serangga yang diberantas semakin tahan terhadap insektisida dana hama mempunyai kemampuan untuk mempertahankan dan mewariskan sifat resistensi pada keturunannya. Hal ini menyebabkan pengguna insektida juga menaikkan dosis penggunaan insektisida secara bertahap. Dan pada akhirnya karena frustasi terhadap hasil dari penggunaan insektisida yang semakin lama efektifitasnya semakin menurun, maka pengguna terkadang mengganti produk insektisida yang digunakan untuk memberantas hama. Namun, sebenarnya apabila produk insektisida diganti, hal ini hanya semakin menimbulkan hama serangga menjadi lebih tahan terhadap insektisida yang baru. Hal ini dibuktikan dengan dengan penemuan pada tahun 1947, dimana terdapat laporan tentang adanya populasi lalat rumah Musca domestica di Swiss, nyamuk Culex pipiens di Italia, dan Aedes sollicitans di Florida AS yang tahan terhadap insektisida sintetis jenis  dichloro-diphenyl-trichloroethane (DDT). Menurut laporan tersebut, jumlah spesies serangga yang tahan insektisida semakin banyak hingga mencapai 224 spesies di tahun 1970, 364 spesies di tahun 1975, dan 428 spesies di tahun 1980. Jumlah ini pun terus bertambah dari tahun ke tahun.

Menurut Untung, resistensi dengan semakin meningkatnya populasi suatu hama karena proses seleksi yang berlangsung selama banyak generasi dan mempunyai kemampuan untuk tetap hidup meskipun terpapar satu atau lebih senyawa pestisida. Resistensi terhadap pestisida terjadi melalui proses seleksi alami yang dipercepat, sehingga menimbulkan populasi baru yang mempunyai gen-gen resisten. Percepatan resistensi tersebut merupakan akibat dari frekuensi penggunaan pestisida yang sangat intensif, sehingga membunuh individu yang peka dalam populasi, sedangkan individu yang resisten malah akan bertahan hidup, dan berkembangbiak. Peristiwa tersebut terus - menerus berulang dari satu generasi ke generasi selanjutnya, sehingga populasi didominasi oleh individu resisten.

 

Menurut penelitian, resistensi terhadap insektisida tidak hanya terjadi pada serangga hama pada pertanian, tetapi juga terjadi pada serangga rumah tangga seperti nyamuk dan lalat. Resistensi serangga hama terhadap insektisida organik diketahui pada tahun 1910an. Penemuan itu semakin meningkat setelah ditemukan insektisida organik sintetik seperti DDT yang ditemukan dan digunakan pada tahun 1945. Pada tahun 1948 dilaporkan terjadi resistensi DDT pada nyamuk dan lalat. Pada tahun 1986 dilaporkan 447 jenis serangga yang resisten terhadap hampir semua kelompok insektisida (organokhlor, oganofosfat, karbamat, piretroid sintetik, fumigan) termasuk kelompok insektisida hayati seperti Bt. Tindakan yang dilakukan petani terhadap pestisida yang kehilangan efektivitasnya adalah dengan meningkatkan dosis/konsentrasi dan frekuensi aplikasi. Bila masih tidak berhasil, maka akan menggunakan jenis pestisida yang lebih baru, lebih mahal dengan harapan lebih efektif dalam mengendalikan hama tersebut. Hal inilah salah satu penyebab terjadinya resistensi hama pada jenis pestisida yang baru, karena


Fenemore mengemukakan bahwa resistensi dapat terjadi melalui tahap mekanisme, yaitu :

1.       Detoxication

2.       Insensitive target

3.       Slower rate to penetration

4.       Storage

5.       Avoidance.

 

Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat.

NB: Maaf jika jawaban saya kurang rapi dikarenakan kesalahan sistem dalam situs ini yang sedang dalam perbaikan.