Cermatilah kutipan hikayat berikut!

Maka, sahut perdana menteri, hai nakoda kapal! Apa gunanya tuan
hamba membawa kain yang baik-baik ini kepada hamba? Karena sebab
berdakwa ini tuan hamba mengupah hamba. Tiadalah hamba mau mengambil
dia. Bawalah kembali dahulu. Maka, hendak pun kami, maka ia menghukum
atas seorang tiada dengan pembawaannya itu jadi menang dia berhukum;
melainkan apa kalah barang siapa yang benar itu kami benarkan dan kami
serta dia. Jikalau anak kami sesekalipun apabila salah, kami salahkan
juga. Janaganlah nakoda sangka lagi yang demikian itu. Maka katanya
kepada perempuan itu. “Tak kala dahulu istri siapa engkau ini.” Maka,
sahut perempuan itu, “Ya, Tuan Hakim! Bahwasanya hamba istri nakoda,
hamba tiada tahu bersuami tiga atau dijamah orang lain daripada nakoda
ini.”

Maka orang muda itu, “Hai perempuan yang bid’ah celaka yang
menduakan suami! Maka tak kala engkau peristri, bukankah engkau sudah
mati? Beberapa kali keluargamu untuk menanamkan tiada aku izinkan. Aku
pinta hanyutkan ke laut dan aku bersama-sama. Daripada kasihku akan
engkau maka setengah umurku bahagiakan akan dikau. Maka dengan kurnia
Allah engkau dikembalikan hidup dalam dunia. “


(Hikayat Bayam Budiman)


34. Karakteristik Melayu Klasik yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ....

A. istanasentris, dewa-dewa

B. istanasentris, kesaktian

C. kesaktian, kemustahilan

D. kemustahilan, struktur bahasa

E. kemustahilan, dewa-dewi

2

Jawabanmu

2014-06-01T14:30:49+07:00
Menurut opiniku C :)
2014-06-01T14:32:58+07:00
Menurut saya jwabannya itu D. kemustahilan dan struktur bahasa

maaf kalau salah ya