Jawabanmu

2014-05-30T06:38:39+07:00

Unsur-unsur Intrinsik Novel Siti Nurbaya :
Tema
Tema Novelnya adalah kisah cinta yang tak kunjung padam dari sepasang anak manusia yaitu Siti Nurbaya dan Samsulbahri.
Alur (Plot)Pengarang menyusun peristiwa-peristiwa secara berurutan mulai dari perkenalan sampai penyelesaian. Susunan yang demikian disebut alur maju.Urutan peristiwa tersebut meliputi:©      Mulai melukiskan keadaan (situation)©      Peristiwa-peristiwa mulai bergerak (generating circumtanses)©      Keadaan mulai memuncak (rising action)©      Mencapai titik puncak (klimaks)©      Pemecahan masalah/ penyelesaian (denouement)
Tokoh dan PenokohanKarakter dan sifat Tokoh-tokoh pada Novel:
Siti Nurbaya                 :  baik, rela berkorban demi ayahnya  Samsulbahri                 :  baik, bijak, rela berkorban demi Siti Nurbaya.Baginda Sulaiman        :  Pasrah pada nasib, kurang bijak, rela mengorbankan anaknya demi membayar hutang.    
Sultan Mahmud Syah  :  Kurang berpikir panjang, tidak bijak dan terlanjur
 terburu-buru dalam membuat keputusan.     
Datuk Maringgih         :  culas, moralnya bobrok, serakah, jahat, biang
 masalah.

Latar (Setting)Unsur latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok, yaitu sebagai berikut:
Latar TempatLatar tempat dalam Novel: Di kota Padang dan di Stovia, Jakarta (tempat sekolah Samsulbahri)     
Latar Waktu
Latar Waktu dalam Novel: pada masa dimana Kota Padang masih terjadi banyak huru hara juga saat dimana moral masih bobrok.
Latar SosialLatar Sosial dalam Novel: Merupakan banyak mengandung unsur adat-istiadat Melayu.
Sudut PandangSudut Pandang dalam Novel : sudut pandang orang ke-3.
Gaya BahasaGaya Bahasa Novel: Gaya Bahasa novel ini adalah Melayu.
AmanatAmanat yang terkandung dalam Novel:  Demi orang-orang yang dicintainya seorang wanita bersedia mengorbankan apa saja meskipun ia tahu pengorbanannya dapat merugikan dirinya sendiri. Lebih-lebih pengorbanan tersebut demi orang tuanya
Nilai Moral
Nilai moral yang tersirat pada novel diatas adalah meskipun seseorang ingin berbuat jahat pada kita, sebaiknya kita jangan membalas dengan kejahatan. Karena itu tidak akan menyelesaikan masalah. Perbuatan jahat semestinya dibalas dengan kebaikan, apalagi kebaikan itu kita lakukan demi orang tua maupun orang yang kita sayang. Kita seharusnya meniru perbuatan Siti Nurbaya, karena ia berani mempertaruhkan masa depannya untuk menyelamatkan orang tuanya. Yakinlah! Bila kita berbuat baik, maka akan ada orang-orang yang melindungi kita, seperti halnya yang dialami Siti Nurbaya.
1 3 1