Jawabanmu

2014-05-27T21:11:33+07:00
1 a. Sri Bajrajñana, manifestasi sempurna Kasunyatan adalah yang utama di dunia
1 b. Nikmat dan murni teguh di hati, menguasai semuanya bagai kahyangan agung.
1 c. Ia adalah titisan Pelindung tunggal yang menganugrahi kehidupan kepada tri buwana – bumi, langit dan sorga – seru sekalian alam.
1 d. Bagaikan terang bulan dan matahari sifat yang keluar dari batin orang yang telah sadar.
2 a. Ia yang diterangi, yang manunggal dengan Tuhan, memang benar-benar Raja kaum Yogi yang berhasil.
2 b. Perwujudan segala ilmu Kasunyatan baik kasar ataupun halus, diajikan dalam sebuah doa dan puja yang khusyuk.
2 c. Singkatnya, mari mencari-Nya dengan betul dalam hati, didukung dengan yoga dan samadi penuh.
2 d. Persis bagaikan seseorang yang merana hatinya merasakan rasa kemurnian Yang Tak Bisa Dibayangkan.
3 a. Maka itulah ketentraman hati yang dituju seorang yogi sempurna.
3 b. Biarkan aku memuja dengan kemurnian dan kebaktian tak tertara sebagai sarana untuk menulis syair indah.
3 c. Mustahil aku akan berhasil menulis kakawin sebab tiada tahu akan tatacara bersastra.
3 d. Namun, sungguh malu dan terganggu oleh pikiran akan sebuah penyair sempurna di ibukota.
4 a. Pertama dari semua cerita yang saya gubah diturunkan dari kisah-kisah sang Buddha.
4 b. Dahulukala ketika dwapara-, treta- dan kretayuga, beliau merupakan perwujudan segala bentuk dharma.
4 c. Tiada lain sang hyang Brahma, Wisnu dan Siwa. Semuanya menjadi raja-raja di Mercapada (dunia fana).
4 d. Dan sekarang pada masa Kaliyuga, Sri Jinapati turun di sini untuk menghancurkan kejahatan dan keburukan.














2014-05-27T21:12:57+07:00
1. Sebagai contoh runtuhnya kerajaan Majapahit terdapat sebuah candrasengkala Sirna Ilang Kertaning Bumi (1400). Sirna ilang kertaning bumi (1400 saka) artinya tidak adanya bakti anak pada orang tua ( R. Patah) pada Prabu brawijaya pamungkas. istilahnya modernnya ya perebutan kekuasaan. karena perebutan kekuasaan itu tentu tidak ada lagi rasa hormat. sehingga peristiwa suksesi Majapahit tersebut ditandai dengan bahasa sirna ilang kertaning bumi. setiap penulisan sengkalan itu tersembunyi ungkapan yang estetik, bahasanya tidak vulgar seperti sekarang, misalnya; copot, turunkan, pecat dsbnya. kata ilang kertaning itu sudah mendalam sekali ” ilanging tatakrama, unggah-ungguh, subasita”. Contoh lain wong Jawa ilang jawane. Atau Pakubuwana IX ” keh wong ngreti ring basane liyan, kapiran basane dhewe”. tanda-tanda hilangnya bahasa Jawa yang ditengarai dari orang Jawa sendiri, yang sudah tidak mempedulikan lagi bahasa (Adiguna Sastra :2009)

2. Bhinneka tunggal ika Frase “bhinneka tunggal ika” ada pada pupuh 139 bait 5, yang petikannya sebagai berikut:Rwãneka dhãtu winuwus Buddha Wiswa 
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,Mangka ng Jinatwa kalawan Šiwatatwa tunggal,Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa,
Yang artinya:Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggalTerpecah belahlah itu, tetapi satu jualah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.[ss]

2.