Jawabanmu

2014-05-27T15:36:05+07:00

a.       Sebab UmumKekuasaan dan wibawa raja-raja di Jawa Tengah semakin merosot karena daerah kekuasaannya semakin berkurang. Kaum bangsawan merasa dikurangi haknya, tanah-tanah yang mereka sewakan kepada pihak swasta Eropa telah diambil alih oleh pemerintah kolonial. Akibatnya, mereka harus mengembalikan uang persekot yang telah diterimanya. Kaum bangsawan kemudian diangkat menjadi pegawai kolonial dengan mendapatkan gaji.Rakyat mempunyai beban yang sangat berat dalam hidupnya, seperti kerja rodi dan membayar pajak tanah. Disamping itu, juga terdapat pemungutan pajak yang diborongkan kepada orang-orang Cina. Pemungutan yang dilakukan bersifat memeras dan menjadi beban buat rakyat.
b.      Sebab KhususSebab khusus Perang Diponegoro adalah pembuatan jalan yang melalui tanah makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Pembuatan jalan itu dilaksanakan oleh Patih Danurejo IV sebagai kaki tangan bangsa Belanda. Patok-patok yang dipasang atas perintah Patih Danurejo IV dicabut oleh pasukan pangeran diponegoro. Pemasangan dan pencabutan patok-patok tanda pembuatan jalan itu telah terjadi berulang kali. akhirnya Pangeran Diponegoro memerintahkan agar patok-patok itu diganti dengan tombak sebagai pernyataan perang.Sementara itu, pihak Belanda tidak menginginkan terjadinya perang. Pihak Belanda mengirim Pangeran Mangkubumi (Paman Pangeran Diponegoro) untuk membujuk Pangeran Diponegoro agar mau bertemu dengan Residen Belanda di rumah dinasnya. Pangeran Diponegoro menolak, karena telah mengetahui maksud Belanda. Ketika pembicaraan antara Pangeran Mangkubumi dengan Pangeran Diponegoro sedang berlangsung, tiba-tiba pihak Belanda melancarkan serangan. Serangan pihak Belanda itulah yang menjadi awal dari Perang Diponegoro.
1 1 1
2014-05-27T15:37:30+07:00
Disebut Perang Diponegoro karena peperangan ini dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. Wilayah peperangan terjadi di Jawa Tengah. Perang Diponegoro terjadi karena sebab-sebab sebagai berikut:
a)    Sebab-sebab umum
-    Kekuasaan raja-raja di Yogyakarta semakin sempit karena daerah pantai utara Jawa Tengan dikuasai Belanda
-    Golongan bangsawan sangat kecewa karena Belanda melarang kaum bangsawan untuk menyewakan tanahnya kepada pihak partikelir
-    Kaum ulama Islam merasa resah karena berkembangnya kebudayaan barat yang sangat mengganggu dan bertentangan dengan agama
-    Kehidupan rakyat semakin menderita karena Belanda melakukan tindakan pemerasan
-    Pangeran Diponegoro merasa kecewa tidak diangkat menjadi pengganti raja, melainkan hanya sebagai wali raja.
b)    Sebab khusus
Belanda merencanakan pembangunan jalan yang menerobos tanah Pangeran Diponegoro dan makam leluhurnya. Pangeran Diponegoro dengan tegas menentang rencana itu. Sebagai unjuk protes patok-patok untuk pembuatan jalan dicabut dan diganti dengan tombak-tombak.



1 3 1