Jawabanmu

2014-05-26T14:42:59+07:00
I.   Peraturan yang dilanggar  Daftar Pemilih Tetap (DPT) Temuan : Nama di DPT tidak sesuai dengan nama penduduk setempat ditemukan TPS I Distrik Napua kampung Napua dan TPS 15 Distrik Wamena KotaJumlah DPT tidak sesuai dengan jumlah pemilih setempat juga terjadi dan ditemukan di TPS Hepuba distrik Asolokobal di mana terdapat 1.000 lebih DPT sementara pemilih kurang dari 400 orang. Di Wiaima distrik Asolokobal ada 823 pemilih pada DPT, sementara jumlah pemilih hanya 300 orang; TPS 1 dan 2 Desa Walak Distrik Asologaima. Di Desa Hesatum distrik Asolokobal ada 3 TPS dengan jumlah Surat Suara sebanyak 1000 lebih sedangkan jumlah pemilih hanya 200 orang. 2.    Surat Suara Temuan : Surat suara lebih banyak dari jumlah pemilih setempat ditemukan di beberapa tempat, antara lain:  Kampung Tikawo Distrik Asologaima DPT 544 orang namun hanya 47 orang pemilih yang hadir. Kampung Wetalak Distrik Pelebaga 354 surat suara yang memilih 107 orang;  masalah yang sama juga terjadi TPS 1 dan 2 desa Walak Distrik Asologaima.Jumlah surat suara yang didapat lebih sedikit dari jumlah pemilih setempat  ditemukan di TPS 1 Kelurahan Wesaput Distrik Wesaput. Menurut lurah setempat ada lebih dari 1000 pemilih namun hanya menerima 400-an surat suara sehingga banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak suaranya.Surat suara untuk DPR Kabupaten hilang  terjadi di TPS 7 depan Hotel Baliem Pilamo Distrik Wamena Kota.Surat suara yang sudah dicoblos lebih dulu terjadi di TPS 15 Gang Nirwana Distrik Wamena Kota dan di Kampung Kobolakma Distrik Asotipo. Surat suara yang sudah dicoblos untuk DPRD Kabupaten.Surat suara sisa :  Di beberapa tempat seperti Wesaput, Asotipo dan Musatfak surat suara sisa langsung dibagi secara merata kepada caleg-caleg yang berasal dari wilayah setempat; sedangkan di beberapa lain seperti di TPS SD YPK Distrik Wamena Kota, surat suara sisa menimbulkan keributan antara petugas dan masyarakat yang datang memilih; Di Sinaput pemilih untuk surat suara sisa dipilih petugas. Sedangkan di Miligatmen Asologaima, surat suara sisa mau diberikan kepada caleg orang asli yang berasal dari distrik tersebut, sebagaimana disampaikan oleh petugas KPPS setempat. 3.    Tempat Pemilihan Suara (TPS) TPS yang tidak dibuka terjadi di Kampung Kosilapok Distrik Hubukosi. Diduga suara sudah diamankan untuk salah satu caleg dari kampung itu sehari sebelumnya. Hal yang sama terjadi di TPS depan kantor Pemberdayaan; di Autakma kelurahan Sinakma Distrik Wamena Kota.Dalam satu tempat terdapat lebih dari satu TPS  yaitu TPS1-3 di Desa Otliluk, TPS 1-3 di Kampung Asolokobal Distrik Asolokobal, TPS 1-3 di desa Hesatum distrik Asolokogal, TPS 1-3- desa Hepuba di  distrik Asolokobal, Milagatnem, Walak, Tikawo, Arabodha Distrik Asologaima. Lokasi tersebut luasnya sekitar 6 meter x 6 meter untuk 3 TPS. Sehingga letakanya sangat sempit dan tidak beraturan  termasuk letak kotak suara, tidak ada batasan antara masing-masing TPS.Penumpukan pemilih dalam satu TPS ditemukan di TPS 2 Hom-Hom di mana terdapat DPT 1800 orang.Penumpukan pemilih mulai dari antri Surat Suara, bilik coblos hingga saat melipat Surat Suara terjadi di TPS 12 SD YPK distrik Wamena KotaLetak bilik coblos yang bergabung dengan letak kotak suara terjadi TPS 15 Jalan Nirwana Distrik Wamena Kota sehingga tidak ada kerahasiaan karena pemilih dalam jumlah banyak berada pada lokasi yang sama dan saling berdesak-desakan.TPS tidak memiliki bilik suara dan masyarakat mencoblos berkelompok terjadi di TPS 1 Lapangan Tenis Jl. Irian atas Distrik Wamena Kota