Jawabanmu

2014-01-28T15:07:06+07:00
Bencana Tsunami
Tsunami berasal dari kata di bahasa Jepang, “tsu” dan “nami” yang berarti “pelabuhan” dan “gelombang”. Definisi tsunami adalah gelombang laut yang diakibatkan oleh gempa di dasar laut, baik itu gempa tektonik maupun vulkanik. Namun, makna kata tsunami
secara etimologis adalah “gelombang pasang”.
          Peristiwa alam tsunami terjadi ketika ada gerakan air laut karena gempa yang berpusat di dasar laut. Gempa mengakibatkan terbentuknya patahan yang mengganggu keseimbangan air laut. Namun, getaran karena letusan gunung berapi di laut juga dapat menimbulkan tsunami yang cenderung lebih besar. Tetapi, tidak semua gempa di laut menimbulkan tsunami. Hanya gempa bersesar naik turun dan berkekuatan minimal 5 skala richter yang dapat menimbulkan tsunami.           Kecepatan dan ketinggian gelombang tsunami bervariasi, ter-gantung pada kekuatan gempanya. Namun, dua hal tersebut dapat menciptakan energi yang berpotensi merusak segala sesuatu yang dilaluinya. Kecepatan gelombang tsunami dapat mencapai 800 km/jam, serta memiliki tinggi antara 30-50 meter. Ketinggian tsu-nami juga dipengaruhi oleh struktur tanah yang dilalui dan bentuk serta kedalaman pantai. Wilayah yang terletak di pertemuan lem-pengan/patahan serta terdapat pantai yang landai berpeluang besar mengalami tsunami.           Tsunami menyebabkan kerusakan yang besar dan merenggut banyak korban jiwa. Negara kepulauan seperti Indonesia selalu merugi saat ditimpa tsunami, karena memiliki laut luas dan terletak di pertemuan lempeng Asia-Pasifik dan Indo-Australia. Selain itu, ben-cana alam ini dapat merusak ekosistem laut dan pantai, sehingga akan mengganggu kelangsungan hidup makhluk di daerah tersebut. Oleh karena itu, perlu ada tindakan  untuk mengurangi dampak tsunami, di antaranya : sistem peringatan dini, penyelidikan pasca tsunami, komunikasi dengan akses data near-real time, mendata seismik berkala, dan persiapan dini untuk wilayah rawan tsunami.



2014-01-28T15:48:57+07:00
Gmpa bumi baik tektonik maupun tsunami telah menjadi konsumsi banyak orang. Di sepanjang abad 20 dan 21, gempa telah mengakibatkan banyak kematian dan kerugian material yang sangat besar. Hingga dikatakan bahwa tak pernah ada peristiwa-peristiwa alam lain dalam sejarah yang pernah berpengaruh pada manusia hingga sampai pada batas sebagaimana halnya gempa bumi.
Oleh sebab itu, bencana gempa telah menjadi peristiwa yang amat sangat ditakuti. Bahkan, teknologi abad ke-20 dan ke-21 pun hanya mampu mencegah kerusakan akibat gempa pada suatu batasan tertentu. Satu contoh adalah gempa yang terjadi pada tahun 1995 di Kobe. Peristiwa itu menjadi pelajaran bagi mereka yang suka berpikir bahwa teknologi akan memungkinkan untuk mengendalikan alam. Gempa dahsyat yang menimpa pusat industri dan transportasi terbesar Jepang itu datang tanpa diprediksi. Meskipun gempa itu hanya berlangsung selama 20 detik, sebagaimana dilaporkan oleh majalah Time, gempa tersebut mengakibatkan ke­rusakan senilai 100 milyar dollar. Dalam beberapa tahun terakhir ini, gempa-gempa besar telah terjadi berulang kali dan menjadi suatu hal yang paling menakutkan bagi manusia di seluruh dunia. Bila kita lihat pada data yang dikumpulkan oleh American National Earthquake Information Center untuk tahun 1999, kita dapati bahwa 20.832 gempa terjadi di suatu tempat di dunia. Menyebabkan sekitar 22.711 orang kehilangan nyawa.