Jawabanmu

2014-05-28T20:33:12+07:00
Contoh 1: Grana rungih pindha kencana pinatar ‘Hidung yang bentuknya bagus seperti tangga emas yang dihaluskan dengan kikir’. 1. Ungkapan Grana rungih pindha kencana pinatar disebut pepindhan jika berdasarkan susunan ayatnya. 2. Ungkapan Grana rungih pindha kencana pinatar, jika dicermati bahagian isinya, ia berisikan candra atau gambaran hidung yang bentuknya bagus dan warnanya indah (kuning seperti emas berkilauan dengan sarana patar atau kikir). Ungkapan tersebut disebut candra berdasarkan isinya. 3. Ungkapan Grana rungih pindha kencana pinatar, jika ditinjau dari segi bahasanya tersusun secara tertata (dakik-dakik), ungkapan tersebut juga disebut sebagai basa rinengga, basa bregasan, atau basa pacakan (bahasa yang dihiasi). Contoh 2: Kesit kadya thathit, cukat kadya kilat ‘Gesit seperti petir, cepat seperti kilat’. 1. Ungkapan Kesit kadya thathit, cukat kadya kilat disebut pepindhan berdasarkan susunan ayatnya. 2. Ungkapan Kesit kadya thathit, cukat kadya kilat disebut candra bila berdasarkan isi ia berisikan penggambaran pekerjaan yang serba cepat dan terampil (kebat-cukat-trengginas- trampil). 3. Ungkapan Kesit kadya thathit, cukat kadya kilat disebut basa rinengga ‘bahasa yang dihiasi berdasarkan bentuk bahasanya’. 4. Ungkapan Kesit kadya thathit, cukat kadya kilat disebut purwakanthi guru swara ‘tatanan untuk memperindah bunyi’ adalah berdasarkan bunyi di bahagian awal yang menyatu atau seirama dengan bahagiannya yang terakhir. Adapun tatanan bunyi yang seirama. Pepindhan itu terletakpada kata kesit ‘gesit’ seirama dengan kata thathit ‘petir’, dan kata cukat ‘cepat’ seirama dengan kata kilat ‘kilat’.