Jawabanmu

2014-05-25T08:52:34+07:00
Infrastruktur dan fasilitas pemerintahan dikendalikan secara terpusat. Kekuatan politik diperoleh dan dipertahankan melalui suatu sistem represiv yang menentang segala bentuk tentangan atau yang berpotensi yang menentang.Mengikuti prinsip-prinsip berikut : (a). aturan datang dari seseorang bukan dari hokum. (b). Pemilihan Umum bersifat kaku (sering kali orang bisa mengetahui siapa pemenangnya, bahkan sebelum pemilu itu berlangsung). (c). semua keputusan politis ditentukan oleh satu pihak dan berlangsung tertutup. (d). penggunaan kekuatan politik yang seolah-olah tidak terbatas.Pemimpin dipilih sendiri atau menyatakan diri. Jika ada pemilihan, hak kebebasan masyarakat untuk memilih cenderung tidak diacuhkan.Tidak ada jaminan kebebasan sipil, apalagi toleransi yang ingin menjadi oposisi.Tidak ada kebebasan untuk membentuk suatu kelompok, organisasi, atau partai politik untuk bersaing dengan kekuatan politik yang incumbent.Kestabilan politik dipertahankan melalui (a). kontrol penuh terhadap dukungan pihak militer untuk mempertahankan keamanan sistem dan kontrol terhadap masyarakat. (b). birokrasi dikuasai oleh orang-orang yang mendukung rezim. (c). kendali terhadap oposisi dari internal Negara. (d). pemaksaan kepatuhan kepada public melalui berbagai cara sosialisasi.
Jawaban paling cerdas!
2014-05-25T08:52:57+07:00
Istilah totaliter berasal dari bahasa Latin totus, yang berarti seluruh atau utuh. Totaliter ini dapat diartikan sebagai bentuk pemerintahan dengan kekuasaan mutlak negara terhadap hampir seluruh bidang kehidupan masyarakat. Kendali pemerintahan biasanya diserahkan kepada satu partai politik dan umumnya dipimpin oleh seorang diktator. Menurut Franz magnis-Suseno, totaliterisme merupakan istilah ilmu politik untuk menyebut gejala: Negara Totaliter. Negara totaliter adalah sebuah sistem politik yang, dengan melebihi bentuk-bentuk kenegaraan despotik tradisional, secara menyeluruh mengontrol, menguasai dan memobilisasikan segala segi kehidupan masyarakat. Dalam sistem pemerintahan totaliter, hak individu bioleh dikatakan tidak ada. Individu dipandang sebagai hamba negara yang tidak memiliki kebebasan memilih atau bersuara. Pada umumnya peprintahan yang berkuasapun jarang memberi kesempatan kepada masyarakat atau kelompok-kelompok untuk berkumpul, seperti serikat buruh, partai politik, dll. Rezim totaliter dapat disamakan dengan rezim tradisional pra-demokrasi yang otoriter atau otokratis. Pemerintah otoriter cenderung mempertahankan kekuasaan dari satu orang saja serta cenderung mempertahankan struktur sosial tradisional dan bekerja melalui garis wewenang yang ada. Yang umum terjadi dalam pemerintahan totaliter, dalam upaya menindas atau mengintimidasi individu dan atau kelompok lawan, biasanya mereka menggunakan tatktik teror yang dilakukan oleh tentara atau polisi. Dalam negara yang totaliter, media masa hanya berfungsi sebagai alat propaganda bagi penguas
1 5 1