Jawabanmu

2014-05-25T05:17:19+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Kebebasan berpendapat adalah hak setiap orang untuk mengeluarkan segala apresiasinya tetapi tetap dengan kaidah, norma dan etika yang baik dalam penyampaiannya. Namun tidak sedikit dari masyarakat yang menyalahgunakan hak mereka untuk bebas berpendapat. Dari mengeluarkan opini yang menghujat salah satu pihak tanpa pertanggungjawaban yang jelas karena hanya sekedar untuk menjatuhkan target yang dimaksud, sampai dengan penggunaan kata kebebasan dalam berekspresi yang diwujudkan dalam perilaku yang bebar – benar bebas dalam mengekspose tubuhnya, biasanya hal ini dilakukan oleh artis – artis.Di negara kita, kebebasan dalam mengemukakan pendapat pada zaman orde baru masih  sangat tabu bagi masyarakat. Sebagian besar dari mereka masih ada rasa takut untuk mengeluarkan unek – unek yang ada dalam diri mereka. Takut dengan para pejabat yang duduk di kursi pemerintahan. Dapat dicontohkan melihat kasus kebijakan pemerintah untuk membredel harian atau surat kabar yang oposisi dengan pemerintah. Secara jelas dapat kita lihat bahwa hal ini dilakukan untuk tetap menjada legitimasi pemerintah, karena pada masa itu dikenal dengan rezim kepemimpinan yang sangat memperhatikan prestise pemerintah dan mereka tidak mau kehilangan prestise dari jabatan atau kedudukan mereka sebagai penguasa.Namun jika ditilik masa sekarang, justru kebebasan dalam berpendapat tidal lagi bersifat bebas namun sudah bablas. Tiap – tiap individu masyarakat sangat bebas dalam mengeluarkan pikiran dan menyuarakan pendapat. Hal ini tidak diimbangai dengan pengawasan pemerintah untuk mengatur lalu lintas pengemukaan pendapat masyarakat umum. Dapat dilihat dari kasus Prita Mulyasari yang mengeluarkan pemikirannya berupa keluh kesah terhadap pelayanan yang diterimanya dari RS Omni Internasional. Menurut bebrapa sumber, isi dalam milisnya tidak menjatuhkan pihak Omni. Hanya judul dari tulsannya lah yang menjadi masalah. Sebenarnya jika diluruskan dengan baik, Prita tidak harus menjalani kehidupan sebagai tahanan kota, bahkan sesaat yang lalu terdengar berita bahwa Prita mendapat undangan untuk sidang kembali mengenai kasusnya.Selain itu, banyak pendapat – pendapat atau opini – opini yang sangat tidak ada pengontrolan yang terdapat dalam jejaring sosial khususnya Facebook. Banyak dari masyarakat yang mengkritisi pemerintah atau mengeluarkan pendapatnya namun dengan bahasa yang kurang sopan bahkan cenderung menghujat dan mencaci target yang bersangkutan. Update status yang menggunakan kata – kata kasar padahal beranda Facebook dapat dilihat oleh semua orang ang menjadi temannya dalam jejaring tersebut.Kebebasan yang terlalu kebablasan ini juga diungkapkan oleh PM Malaysia Mahatir Mohammad, yang menilai penerapan demokrasi di Indonesia terlalu bebas. Demokrasi yang diterapkan menyeluruh pada masyarakat yang masih belajar justru berujung pada melencengnya substansi utama yakni kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk kebebasan tersebut yakni banyaknya jumlah partai politik sebagai efek dari tingginya animo masyarakat untuk menjadi petinggi negara. Akibatnya, dukungan terhadap pemerintahan menjadi lemah. Bahkan, pemerintahan yang didukung koalisi partai dinilai sangat lemah. Ideologi negara yang seharusnya menjadi landasan dukungan justru berkurang dengan banyaknya jumlah partai.Jadi jika disimpulkan, permasalahan kebebasan daam berpendapat saat ini bukan pada permasalahan pendapat yang terkekang. Namun bagaimana pemerintah dalam mengatur masyarakat yang mulai mengkritisi segala peristiwa yang terjadi dan terkesan kebablasan tersebut.