Jawabanmu

2014-05-23T22:43:30+07:00
Siklon tropis ini bisa terjadi di atas perairan hangat pada lintang di atas 10 derajat. Ini berarti peluang terjadinya siklon tropis di Indonesia sangat kecil. Yang sering terjadi di Indonesia adalah ekor dari siklon tropis ini bisa mempengaruhi cuaca di wilayah kita khususnya siklon di Australia yang sering membawa pengaruh angin kencang dan cuaca buruk di pantai selatan wilayah Indonesia. Oleh karena itu kita tidaklah perlu terlalu khawatir dengan masalah ini. Hal lain terkait siklon tropis ini akan saya sampaikan pada kesempatan berikutnya.
2014-05-23T22:43:48+07:00
Medan - Hujan dengan intensitas lebat berpotensi di Sumatera bagian Utara dan Tengah Pesisir Utara Sumatera bagian Utara dan Tengah, Kalimantan bagian Tengah dan Selatan, Sulawesi bagian Barat dan Tengah, Papua bagian Utara, Barat dan Tengah, Bali, Nusa Tenggara dan Jawa bagian Tengah dan Timur.Di wilayah Sumatera, umumnya berawan dan hujan ringan, kecuali Banda Aceh, Medan, Riau, dan Kep. Riau, Jambi dan Bangka Belitung berpotensi hujan sedang–lebat pada siang/sore - malam hari. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada sore atau malam hingga dini hari khususnya di wilayah lereng Barat, lereng Timur, dan pegunungan Sumatera Utara.
Untuk kawasan perkotaan seperti Medan dan sekitarnya diperkirakan mengalami hujan lebat dengan suhu perkiraan 24-33 derajat Celcius.
Peneliti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Daryono mengatakan peristiwa superbadai terjadi tidaklah murni semata-mata karena proses sistem alam saja. Ada indikasi keterlibatan tangan-tangan manusia (antropogenic) yang juga ikut memengaruhi proses semakin besarnya magnitudo dan intensitas badai. Penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan dan tanpa kendali, praktik illegal logging yang terus berlangsung dengan membabat habis hutan-hutan tropis, telah memicu naiknya suhu di permukaan bumi.
Suhu laut meningkat 0,5 derajat Celsius sejak seabad terakhir merupakan dampak nyata dari pemanasan global. Sementara badai sendiri terbentuk akibat tingginya suhu permukaan air laut.
Pakar pemodelan iklim dari National Center for Atmospheric Research, Colorado, Amerika Serikat, Kevin E Trenberth, menyatakan bahwa dengan suhu air laut yang lebih hangat dengan kelembapan udara di lautan 4 persen lebih tinggi, akan memicu terbentuknya badai tropis yang lebih banyak dari biasanya.
Ada kecenderungan badai dengan kategori 3 atau di atasnya meningkat makin sering terjadi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sejak tahun 1970-an, durasi dan intensitas badai besar yang melanda kawasan Atlantik dan Pasifik mengalami peningkatan. Selain itu, curah hujan akibat dampak badai kini akan menjadi 5-10 persen lebih besar dari biasanya.