Jawabanmu

2014-05-23T18:54:40+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
  Kimi malas sekali. Hari ini adalah hari Jum'at, tetapi karena berjatuhan pada tanggal 2 Mei, akan diadakan upacara. Kimi paling malas disuruh berdiri setengah jam di lapangan. Apalagi mendengarkan sejarah tentang Ki Hadjar Dewantara. Ia sih, belum pernah dengar, tapi katanya sejarahnya panjang sekali.... Hiii....
  "Kimi, cepat berangkat! Kamu bilang ada upacara, kan?" seru mama.
  "Iya, ma. Kimi berangkat, ya." balas Kimi, lesu.
  "Hati-hati!"
  Di sekolah, Kimi terlihat lesu sekali. Rena menanyakan Kimi kenapa ia lesu. Kimi menjelaskan. Rena tertawa.
  "Tanggal 2 Mei itu seharusnya hari yang penting bagi para pelajar. Ini kan Hari Pendidikan Nasional." komentar Rena.
  "Iya, aku tahu. Tapi aku tidak suka upacara!" keluh Kimi.
  Tepat saat itu, kepala sekolah mengumumkan agar para murid cepat berbaris dan berkumpul di lapangan. Semua berjalan lancar. Tiba saatnya sejarah. Kimi mulai malas.
  "Anak-anak, pada tanggal 2 Mei ini adalah hari pendidikan nasional. Ini adalah tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara, bapak pendidikan kita." ujar bu kepala sekolah.
  Mata Kimi membulat, ia baru tahu semua itu. Ia mulai mendengarkan dengan penasaran.
  "Pada tanggal 3 Juli 1922, Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta. Nama lain beliau adalah Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Beliau bercita-cita mendidik para pemuda agar mempunyai jiwa kebangsaan yang kuat dan teguh. Ki Hadjar Dewantara sangatlah berjasa. Karena jasa2-nya itu, tanggal lahir beliau dijadikan hari pendidikan nasional. Beliau sendiri mendapat julukan Bapak pendidikan nasional. Ki Hadjar Dewantara memiliki semboyan,
  a. Ing Ngarsa sung tulodho, artinya di depan memberi teladan yang baik
  b. Ing Madyo mangun karsa, artinya di tengah membangkitkan semangat
  c. Tut Wuri Handayani, artinya di belakang memberi dorongan
  Sekian sejarah tentang pahlawan kita, Ki Hadjar Dewantara. Terimakasih." ujar bu kepala sekolah.
  Kimi ingin menangis terharu rasanya. Selama ini ia meremehkan pelajaran di kelas, padahal Ki Hadjar Dewantara sudah berjuang agar semua rakyat Indonesia mendapat pendidikan yang bermutu. Kimi kini mengerti apa makna Hardiknas, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, menyadarkan arti sebenarnya pendidikan kepada para murid, mengobarkan semangat berpendidikan bangsa, serta menyadarkan betapa sulitnya mendapatkan pendidikan yang bermutu di jaman dulu.