Jawabanmu

2014-05-23T14:46:19+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
                                        "HALTE BUS TUA"
Angin sepoi-sepoi membelai lembut tubuh gadis mungil yang berdiri di sebuah halte bus tua. Gadis itu sedang menunggu,menunggu seseorang yang ia cintai. Kenangan itu muncul seakan seperti film pendek yang muncul dalam pikirannya. *** 
           “Ayah! Mau kemana?” Tanya Kirana kecil
           
“Ayah mau kerja. Kamu tunggu di rumah aja yah” Jawab ayahnya lembut. Kirana hanya mengangguk kecil. Ia menatap ibunya yang terbaring sakit.
Selama ayahnya pergi bekerja, Kirana yang merawat wanita tua yang berbaring di atas tikar,itu ibunya. Kirana yang memberinya makan,membereskan rumah,dan juga menjual kue-kue di sekitar rumah kecil mereka.             “Ibu.. Beli kuenya bu seribu satu bu” Kirana menawarkan kue-kuenya kepada seorang ibu yang terlihat sedang menunggu bus.             “Boleh deh.. tiga yah” Ibu itu menyerahkan tiga lembar seribuan.             “Makasih bu..” Kirana tersenyum manis. Ia duduk di tempat paling pojok halte bus. Daganganya sudah habis,sekarang dia hanya akan menunggu ayahnya pulang. Ayahnya akan pulang jam 4 sore dan akan berheti di halte bus tempatnya berjualan. Ketika ayahnya sudah sampai di halte bus, begitu senangnya Kirana melihat ayahnya itu.             “Ayo kita pulang” ayahnya mengajak Kirana pulang. Sesampainya di rumah begitu kagetnya mereka melihat ibunya sudah tergeletak lemas di tikar. Ibunya sudah tak bernyawa lagi. Kirana tak bisa menahan tangisnya, maka ia menangis. Ayahnya hanya dapat memeluk putrid kecilnya itu. ***             Sejak kematian ibunya, Kirana semakin giat bekerja. Dia membantu para Ibu yang berbelanja di pasar dengan membawakan belanjaanya. Kirana tetep menjual kue-kue kecilnya,bahkan semakin laris kue jualannya. Kegiatan rutin menunggu ayah pulang di halte bus itu pun tetep berjalan. Ayahnya yang bekerja sebagai tukang bangunan bekerja dengan
supaya mendapat upah lebih. Cita-cita Kirana hanya satu, mempunyai toko kue. Ia ingin meneruskan mimpi ibunya. Namun,sekarang apakah mimpi itu akan terwujud?Kirana hanya dapat bermimpi dengan keadaannya kekurangan ini. ***             Tetes-tetes air turun dengan perlahan membasahi jalan. Sore itu,hanya suara hujan yang terdengar. Kirana menunggu kepulangan ayahnya,namun tak ada tanda kedatangan ayahnya. Kemanakah ayah Kirana?             “Ayah dimana?” batin Kirana. Tak biasanya ia menunggu hinga 2 jam di halte bus ini. Kirana pulang perasaan gundah. Semoga besok pagi ia dapat melhat ayahnya tidur disampingnya. Semoga… *** “Ayah! Ayah!” Suara Kirana memenuhi seluruh ruang kecil rumahnya. Tak ada jawaban. Tetes-tetes air mulai membasahi pipi Kirana. Kemana ayahnya sebenarnya? 1 Minggu kemudian…             Kirana tetap melakukan tugasnya. Memasak,membereskan rumah,dan berjualan. Jualannya semakin laku dengan adanya orang-orang yang berlangganan. Setelah berjualan pun Kirana tetap menunggu ayahnya di halte bus tua itu.             Namun,ketika sedang menunggu di halte bus tua itu seorang ibu menghampiranya.             “Kirana?” Sura ibu itu begitu lembut             “Eh.. yah bu? Maaf kuenya sudah habis” kata Kirana sambil melihat kea rah bakulnya yang kosong.             “Oh.. Ibu bukan mau beli kue kok,nak. Ibu bisa ngobrol sebentar sama kamu?” Ibu itu menepuk pundak Kirana lembut             “Oh.. bisa bu, ada apa?” Kirana siap mendengarkan cerita si ibu.             “Hmm.. Ibu mau kasih modal ke kamu, modal ini nantinya akan kamu gunakan untuk membeli ruko dan membeli peralatan buat kamu masak kue. Intinya,kamu buka toko” Ibu itu memberi seulas senyum. Kirana hanya melongo mendengar penjelasan ibu itu.             “Tapi bu.. saya nggak bisa menggatikan modal yang ibu beri” Kiran menunduk lemas             “Ahh.. masalah itu,kamu dapat mengganti modalnya nanti setelah mendapat untung dari penjualan roti mu itu, nak. Bagaimana?” Ibu itu begitu bersemangat.             “Hmm.. Ibu yakin?”             “Ya.. Saya yakin,karena kamu anak yang baik” Ibu itu memeluk Kirana. ***             Kirana melirik halte bus tua di depan toko kuenya. Kakinya berjalan perlahan kearah halte bus tua yang sepi. Kirana duduk di tempat duduk panjang yang sudah berkarat. Kini ia merindukan tugasnya yang masih berjualan dengan bakul yang di buat ibunya. Tak terasa tetes air mata turun membasahi pipinya. Tak lupa juga tugas terpentingnya,yang membuat ia menjadi seperti. Menunggu ayahnya pulang.             “Kirana menunggu mu ayah” batin Kirana. Kirana tak tahu bahwa ada seulas senyum bahagia yang ia tunggu dari atas sana, surga.



1 5 1
2014-05-23T15:13:12+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
 Tema: Pengorbanan

                                                    Jantung Baru Nissa

Nissa adalah anak bungsu. Ia sangat rajin dan pintar. Namun Nissa memiliki penyakit saat kecil jantung Nissa lemah. Sehingga ia sering sakit-sakit. Ibu Nissa selalu merawatnya. Sekarang ia sudah menduduki bangku Sekolah Dasar. Nissa sangat senang sekali karena ia sudah memiliki sahabat. Sahabatnya bernama Killa, Sonia, dan Mora. Mora adalah anak paling aktif. Apalagi saat pelajaran olah raga. Ia berlari sangat kencang. Tidak seperti Killa dan Mora. Killa adalah anak yang sangat pendiam, namun ia sangat pintar di bidang Ilmu Pengetahuan Alam. Ia bercita-cita menjadi dokter untuk mengobati Nissa. Sedangkan Mora ia sangat senang menulis. Goresan tangannya sangat rapi dan tertata. 

Nissa sangat bersyukur atas sahabat yang diberikan untuknya. Ia berjanji tidak akan membuat sahabatnya bercerai berai. Setiap saat, waktu, kapanpun, dan dimanapun. Kami lewti hari-hari bersama. Belajar bersama, bermain bersama, dan masih banyak lagi. Kami sekarang telah duduk dibangku SMP kelas 6 sebentar lagi Nissa akan menghadapi ujian nasional. Ia terus berjuang agar ia dapat masuk SMP Katulistiwa. Akhirnya Nissa sangat lelah, ia merasa kepalanya bergoyang. Nissa terbaring pingsan di lantai kamarnya. Ibu Nissa sangat cemas dan segera membawanya ke rumah sakit. 

Lama-kelamaan cuaca mendung dan turunlah hujan. Ayah Nissa membawa mobil miliknya dengan kecepatan sangat cepat di jalanan yang sangat licin. Air hujan menghalangi pandangan Ayah Nissa. Mobil melaju tanpa tahu arah. Dan menabrak pohon. 

Ibu Nissa menunggu suaminya datang. Suara handphone Ibu Nissa berdering. Ternyata suaminya meninggal akibat menabrak pohon. Mendengar itu bertambah sedihlah hati Ibu Nissa. Air mata terus menetes berjatuhan. Membuat Nissa terbangun. Nissa bertanya"bu... aku dimana? dan dimana ayah?" Ibu Nissa sangat sedih dan memberitahu kalau ayahnya telah tiada. Nissa sangat sedih mendengar itu. 

Satu minggu kemudian. Keadaan Nissa makin membaik. Nissa di ijinkan pulang dan mengikuti Ujian Nasional. Hari-hari telah berlalu Nissa telah mengikuti ujian tersebut dengan baik. Ia mendapatkan nilai UN tertinggi se Nasional.

Keinginannya masuk ke SMP Katulistiwa tercapai. Ia sangat senang bisa masuk ke sekolah tersebut. Tetapi tidak bersama sahabat-sahabatnya. Sahabat Nissa tidak diterima di sekolah tersebut. Sahabat Nissa memutuskan untuk bersekolah di SMP Nusa Bangsa.

Meskipun berbeda sekolah namun kami tetap bersahabat. Hari-hari telah berlalu. Nissa sudah kelas dua SMP. Nissa bertemu dengan murid baru dikelasnya. Ia bernama Randy. Berbadan tinggi, putih, keren, dan pintar. Selain itu ia lucu dan sangat baik sekali. Banyak teman-temannya yang ingin menjadi pacarnya. Namun tidak ada satupun yang diterima oleh Randy kecuali Nissa. Randy memilih Nissa untuk menjadi pacarnya. Nissa tak yakin dengan kejadian tersebut karena ia bukan anak yang sempurna. Ia memiliki jantung yang lemah. Randy tak mempedulikan itu. Ia hanya ingin membuat Nissa bahagia. Nissa sekarang menjadi pacar Randy. Mereka sangat bahagia. 

Hubungan mereka tak akan pernah putus. Meskipun sekarang mereka telah kuliah. Hubungan mereka tetap mesra seperti dahulu. Kini Nissa berulang tahun. Nissa sangat ingin menemani Randy bermain bola, dan berlari-lari dilapangan. Randy tak ingin membuat Nissa sakit namun ini permintaanya. Nissa hanya diperbolehkan memberikan semangat untuk Randy. Akhirnya Nissa menyetujuinya. Randy bermain bola dan disemangati oleh Nissa.

Saking semangatnya Nissa pingsan. Randy sangat takut. Randy membawanya ke rumah sakit. Disana hanya ada Randy, Ibu Nissa dan sahabat-sahabat Nissa. Nissa diperiksa oleh dokter. Keadaan Nissa sudah parah ia harus mengganti jantung lamanya dengan yang baru. Randy segera mendonorkan jantungnya untuk Nissa. Randy sekarang telah tiada. Nissa sangat sedih mendengar itu belahan jiwanya rela berkorban demi dirinya. Nissa berjanji akan selalu menjadi belahan jiwa Randy untuk selamanya.
2 5 2