Jawabanmu

2014-05-23T14:03:35+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Pengertian karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian, baik penelitian lapangan, tes laboratorium, ataupun kajian pustaka yang didasarkan pada pemikiran (metode) ilmiah yang logis dan empiris.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG             Pada zaman sekarang ini, tingkat pendidikan di Indonesia masih dalam proses perkembangan. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk terus mencetak generasi muda yang cerdas dan kreatif agar mampu bersaing di masa mendatang nanti. Seperti halnya pemberian tugas kepada siswa baik tugas sekolah maupun pekerjaan rumah. Hal ini bertujuan menjadikan siswa lebih cerdas lagi dalam berfikir dan berkreasi, karena dari pemberian tugas inilah siswa mampu berfikir ulang dan mengulang materi-materi yang telah disampaikan sehingga siswa mampu berfikir secara kritis dan logis.             Di SMA Plus PGRI Cibinong dan khususnya di XI IPA 1 Reguler pemberian tugas sudah biasa diberikan kepada siswa setelah pemberian materi selesei. Hampir setiap mata pelajaran ada saja tugas yang diberikan kepada siswa. Bahkan tidak tanggung-tanggung jadwal pengembalian tugasnya pun sangat ditentukan secepat mungkin.             Bagi guru-guru hal ini ditunjukkan untuk mendisplinkan siswa, tapi bagaimana dengan siswanya sendiri? Pemberian tugas yang terlalu berlebihan ini akan memiliki dampak yang tidak baik bagi konsentrasi siswanya itu sendiri.. Dampak apa sajakah itu? Apakah berbahaya untuk konsentrasi siswa?.
1.2 IDENTIFIKASI MASALAH 1.      Apakah ada efek pemberian tugas yang berlebihan terhadap konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMA Plus PGRI Cibinong Kelas XI IPA 1 Reguler? 2.      Apakah upaya pemerintah dalam menanggulangi tingkat pendidikan di Indonesia sudah baik?
1.3 PEMBATASAN MASALAH             Dari Identifikasi masalah diatas, maka peneliti membatasi penelitian pada efek pemberian tugas yang berlebihan terhadap konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMA Plus PGRI Cibinong Kelas XI IPA 1 Reguler.
1.4 RUMUSAN MASALAH 1.      Apakah ada efek pemberian tugas yang berlebihan terhadap konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMA Plus PGRI Cibinong Kelas XI IPA 1 Reguler? 2.      Apakah efek pemberian tugas tersebut berupa efek positif atau negatif?
1.5 TUJUAN Penelitian ini bertujuan, untuk : 1.5.1    Untuk mengetahui efek pemberian tugas yang berlebihan terhadap konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar disekolah SMA Plus PGRI Cibinong Kelas XI IPA 1 Reguler. 1.5.2    Untuk mengetahui jenis efek yang didapatkan dari pemberian tugas yang berlebihan tersebut.
1.6 HIPOTESIS MASALAH 1.      Efek pemberian tugas yang belebihan terhadap konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMA Plus PGRI Cibinong Kelas XI IPA 1 Reguler benar adanya. 2.      Efek pemberian tugas yang berlebihan tersebut bisa berupa efek Positif dan Negatif.
1.7 MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bermanfaat, untuk : 1.      Dapat mengetahui efek pemberian tugas yang berlebihan terhadap konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMA Plus PGRI Cibinong kelas XI IPA 1 Reguler. 2.      Dapat mengetahui jenis efek yang didapatkan dari pemberian tugas yang berlebihan tersebut.
1.8 METODE PENELITIAN Metode penelitian yang  digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Metode Kualitatif.

2014-05-23T16:12:55+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.

Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.

Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok

1.2.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab perilaku merokok pada remaja?

1.3.TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui Bahaya merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
-Untuk mengetahui apa itu rokok.

1.4.METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan adalah:
-Deskriptif
-Kajian pustaka dilakukan dengan mencari literatur di internet da buku – buku panduan

1.5.SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
1.2.Perumusan Masalah
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Metode Penelitian
1.5.Sistematika penulisan

BAB II
KERANGKA TEORI
2.1.Pengertian Rokok
2.2.Dampak dari merokok
2.3.Faktor penyebab merokok pada remaja
2.4.Upaya mengatasi rokok

BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK
3.1.Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
3.2.Reaksi pembakaran rokok
3.3.Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
3.4.Tar dan Asap Rokok
3.5.Gas CO (Karbon Mono Oksida)
3.6.Nikotin dan kerja nikotin

BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
4.2.Saran

BAB II
KERANGKA TEORI

2.1. Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.



4.2. Saran
Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.