Jawabanmu

2014-05-22T19:37:36+07:00

contoh atau Jenis-jenis asimilasi

1. Asimilasi budaya : proses mengadopsi nilai, kepercayaan, dogma, ideologi bahasa dan sistem simbol dari suatu kelompok etnik atau beragam kelompok bagi terbentuknya sebuah kandungan nilai, kepercayaan, dogma, ideologi bahasa maupun sistem simbol dari kelompok etnik baru.
2. Asimilasi struktural : proses penetrasi kebudayaan dari suatu kelompok etnik ke dalam ke dalam kebudayaan etnik lain melalui kelompok primer seperti keluarga, teman dekat,DLL
3. Asimilasi perkawinan, atau sering disebut asimilasi fisik yang terjadi karena perkawinan antar etnik atau antarras untuk melahirkan etnik atau ras baru
20 4 20
2014-05-22T20:02:54+07:00
Similasi adalah pembauran dua kebudayaan
yang disertai dengan hilangnya ciri khas
kebudayaan asli sehingga membentuk
kebudayaan baru. Proses asimilasi itu ditandai
oleh pengembangan sikap-sikap yang sama,
yang walaupun terkadang bersifat emosional,
bertujuan untuk mencapai kesatuan, atau
paling sedikit untuk mencapai integrasi dalam
organisasi dan tindakan. Secara matematis
proses asimilasi dapat ditulis : Aa + Bb + Cc =
Dd yang berarti bahwa kelompok etnik A, B,
dan C karena faktor-faktor pendorong
asimilasi terpenuhi, mengalami peleburan
unsur-unsur kebudayaan kelompok etnik a + b
+ c menghasilkan kebudayaan baru d, yang
sebelumnya tidak ada dalam kebudayaan A, B,
maupun D.
1. Asimilasi budaya : proses mengadopsi nilai,
kepercayaan, dogma, ideologi bahasa dan
sistem simbol dari suatu kelompok etnik
atau beragam kelompok bagi terbentuknya
sebuah kandungan nilai, kepercayaan,
dogma, ideologi bahasa maupun sistem
simbol dari kelompok etnik baru.
2. Asimilasi struktural : proses penetrasi
kebudayaan dari suatu kelompok etnik ke
dalam ke dalam kebudayaan etnik lain
melalui kelompok primer seperti keluarga,
teman dekat,DLL
3. Asimilasi perkawinan, atau sering disebut
asimilasi fisik yang terjadi karena
perkawinan antar etnik atau antarras untuk
melahirkan etnik atau ras baru
Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga
persyaratan berikut.
terdapat sejumlah kelompok
yang memiliki kebudayaan
berbeda.
terjadi pergaulan antarindividu
atau kelompok secara intensif
dan dalam waktu yang relatif
lama.
Kebudayaan masing-masing
kelompok tersebut saling
berubah dan menyesuaikan
diri.
Faktor-faktor yang mendorong atau
mempermudah terjadinya asimilasi adalah
sebagai berikut.
Toleransi antar kelompok yang
berbeda kebudayaan
Kesempatan yang seimbang
dalam bidang sosial atau
ekonomi
Sikap menghargai orang asing
dan kebudayaan mereka
Sikap terbuka dari golongan
etnik dominan terhadap
kelompok etnik minoritas
Persamaan unsur kebudayaan
Perkawinan antara kelompok
yang berbeda budaya
Adanya musuh yang sama
Faktor-faktor umum yang dapat menjadi
penghalang terjadinya asimilasi antara lain
sebagai berikut.
Kelompok yang terisolasi atau
terasing (biasanya kelompok
minoritas)
Kurangnya pengetahuan
mengenai kebudayaan baru
yang dihadapi
Prasangka negatif terhadap
pengaruh kebudayaan baru.
Kekhawatiran ini dapat diatasi
dengan meningkatkan fungsi
lembaga-lembaga
kemasyarakatan
Perasaan bahwa kebudayaan
kelompok tertentu lebih tinggi
daripada kebudayaan
kelompok lain. Kebanggaan
berlebihan ini mengakibatkan
kelompok yang satu tidak mau
mengakui keberadaan
kebudayaan kelompok lainnya
Perbedaan ciri-ciri fisik,
seperti tinggi badan, warna
kulit atau rambut
Perasaan yang kuat bahwa
individu terikat pada
kebudayaan kelompok yang
bersangkutan
Golongan minoritas mengalami
gangguan dari kelompok
penguasa
Contoh sederhana asimilasi :
A adalah orang Indonesia yang menyukai
tarian Bali. Ia berteman baik dengan B yang
merupakan orang Amerika Latin dan bisa
tarian tradisionalnya Amerika Latin (Tango).
Karena keduanya terus menerus berinteraksi,
maka terjadilah percampuran budaya yang
menghasilkan budaya baru. Maksudnya.. si A
akhirnya punya tarian baru yang merupakan
hasil penyatuan tarian Bali dan tarian Tango,
tetapi tarian barunya ngga mirip sama tarian
Bali atau tarian Tango.
7 3 7