Jawabanmu

2014-05-22T19:16:36+07:00
Wilayah laut Indonesia sangat luas, yakni 5,8 juta km persegi yang di dalamnya terdapat 17.500 pulau dan dikelilingi garis pantai sepanjang 81.000 km terpanjang setelah Kanada. Oleh karena itu, Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang berperan secara geopolitik dan geoekonomi. Peran geopolitik laut meliputi pertahanan, kedaulatan, persatuan, dan kesatuan. Sementara itu, peran geoekonomi meliputi pemanfaatan potensi ekonomi dari kelautan untuk menghasilkan devisa negara bagi kesejahteraan masyarakat pesisir. Secara geoekonomi, potensi sumber daya ikan laut Indonesia diperkirakan sebesar 6,410 juta ton per tahun, yang terdiri dari perairan wilayah laut teritorial sekitar 4,625 juta ton per tahun dan perairan ZEEI sekitar 1,785 juta ton per tahun. 
Lantas, ada sebuah pertanyaan apakah Indonesia masih negara nusantara dengan kekuatan geoekonomi dan geopolitiknya? Bukankah belakangan secara geopolitik dan geoekonomi dari beberapa contoh kasus di atas, semakin menunjukkan negeri ini harus kembali mengoreksi kebijakan-kebijakan yang telah dibuat. 
Ada beberapa terobosan yang dapat dilakukan saat ini. Yang paling utama adalah masalah pradigma mainstream mengenai laut. Tidak dapat dimungkiri masih banyak pejabat-pejabat pemerintah, masyarakat luas dan pemangku kepentingan yang beranggapan bahwa laut dan pulau-pulau terluar hanya sebagai pajangan dan cenderung mengabaikan peran geoekonomi dan geopolitiknya. 
Persoalan ini kemudian berimbas pada minimnya perhatian pemerintah pada pemanfaatan secara ekonomi sektor kelautan. Baik itu dari sisi pemanfatan, pengawasan ataupun riset-riset yang mendukung pembangunan pada sektor perikanan kelautan. Salah satu indikator yang dapat kita jadikan contohmasih minimnya fungsi pengawasan yakni masih tingginya pencurian ikan di perairan kita dan masih banyaknya pulau-pulau terluar yang belum diberi nama. 
Oleh karena itu, tidak ada jalan lain selain menempatkan mainstream yang tepat dalam memandang laut sebagai suatu kesatuan yang berperan kuat secara geoekonomi dan geopolitik yang strategis dalam proses pembangunan bangsa. Tanpa itu, keunggulan komparatif bangsa kita dalam bidang kelautan dan perikanan tidak akan ada gunanya. 
Kita bisa berkaca kepada visi besar negara India dan Cina yang ingin menguasai teknologi pada tahun 2025. Lantas dari ini semua sudah sepatutnya kita juga harus ikhtiarkan pada tahun 2025 bangsa Indonesia harus menjadi negara bahari terkuat di dunia yang memiliki kekuatangeopolitik dan geoekonomi yang tangguh.
1 5 1