Jawabanmu

2014-05-22T07:47:26+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Pertama dengan cara diplomasi yaitu memepertemukan pihak yang berselisih dengan indonesia sebagai mediator
kedua dengan membuat perjanjian 
52 4 52
2014-05-22T07:47:43+07:00
Konflik perebutan wilayah perbatasan dan candi Preah Vihear antara Thailand dan Kamboja merupakan tantangan bagi Indonesia sebagai ketua ASEAN untuk turut berperan dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan ASEAN. Penanganan konflik tidak saja diupayakan melalui pendekatan diplomasi oleh Indonesia dan kedua negara yang berkonflik, namun disaat yang sama konflik tersebut turut melibatkan satuan artileri dari kedua belah pihak dan mengakibatkan saling baku tembak pada April 2011. Akibat dari insiden tersebut, maka dapat kedua negara telah melakukan pelanggaran terhadap komitmen Deklarasi Bali Concord II.  Deklarasi Bali Concord II telah mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk berkomitmen agar setiap sengketa atau konflik yang menyangkut negara-negara ASEAN harus diselesaikan secara damai. Negara-negara ASEAN harus menggunakan mekanisme hubungan bilateral dan internasional, tidak terkecuali untuk penyelesaian konflik Thailand dan Kamboja. Deklarasi Bali Concord II sendiri seharusnya dapat menjadi pedoman bagi negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia sebagai ketua ASEAN untuk berperan aktif mendorong kedua negara menyelesaikan konflik secara damai.
Selain Deklarasi Bali Concord II, ASEAN telah memiliki prinsip dan kebijakan Masyarakat Keamanan ASEAN (MKA) yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mendorong upaya penyelesaian konflik. Prinsip dan kebijakan MKA tersebut diantaranya :
1.  
Penyelesaian perselisihan secara damai;

2.  
Dewan Tinggi TAC sebagai lembaga pelaksanaan penyelesaian perselisihan damai;
3.   Menghormati kedaulatan negara anggota;
4.   Non-interferensi;
5.  
Pembuatan keputusan atas dasar musyawarah mufakat;
6.   ASEAN Regional Forum sebagai wahana untuk meningkatkan kerjasama politik dan keamanan di kawasan Asia Pasifik.
Kasus konflik Thailand dan Kamboja adalah salah satu contoh tantangan bagi Indonesia sebagai ketua ASEAN untuk berperan aktif menyelesaikan konflik pada tingkat kawasan. Indonesia sebagai ketua ASEAN telah berupaya mendorong kedua negara agar penyelesaian konflik dilakukan melalui jalan damai.
Peran Indonesia :
Konflik perebutan wilayah perbatasan dan candi Preah Vihear antara Thailand dan Kamboja merupakan tantangan bagi Indonesia sebagai ketua ASEAN untuk turut berperan dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan ASEAN. Penanganan konflik tidak saja diupayakan melalui pendekatan diplomasi oleh Indonesia dan kedua negara yang berkonflik, namun disaat yang sama konflik tersebut turut melibatkan satuan artileri dari kedua belah pihak dan mengakibatkan saling baku tembak pada April 2011. Akibat dari insiden tersebut, maka dapat kedua negara telah melakukan pelanggaran terhadap komitmen Deklarasi Bali Concord II.  Deklarasi Bali Concord II telah mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk berkomitmen agar setiap sengketa atau konflik yang menyangkut negara-negara ASEAN harus diselesaikan secara damai. Negara-negara ASEAN harus menggunakan mekanisme hubungan bilateral dan internasional, tidak terkecuali untuk penyelesaian konflik Thailand dan Kamboja. Deklarasi Bali Concord II sendiri seharusnya dapat menjadi pedoman bagi negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia sebagai ketua ASEAN untuk berperan aktif mendorong kedua negara menyelesaikan konflik secara damai.

21 3 21