Jawabanmu

2014-05-21T21:58:54+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
aku dan akhir persahabatanku 
 ada sebuah persahabatan yg harus terpisah ditengah kehidupan,pada suatu hari aku pergi sekolah dan aku berangkat bersama temanku bersama aisyah waktu itu aku duduk dibangku kelas 2 sd/mi darul ulum dan aku dipanggil kavita, ketika aku naik kekelas 3 aku menemukan sahabat yang sangat baik dia bernama nia dan nisa kami bersahabat dengan akur dan waktu itu aku suka banget menyanyi dan nisa sangat suka aku menyanyi dan suatu hari aku bilang ke nia dan nisa klo aku akan pindah sekolah ,dan nia ,nisa sedih nisa tambah lebih sedih dan ketika aku pindah ,waktu itu aku duduk dibangku kelas 4 dan aku dipangil cavita, aku duduk bertiga dengan nur dan mbak fiya ,dan aku ketika kelas 4 sering tidak masuk karna penyakit yg kuderita sejak kecil jadi aku tidak masuk sekolah hamper 2 bulan dan ketika aku masuk aku duduk dikelas 5 dan ternyata ada murid baru namanya sofi dan ganang ,aku sebenernya tidak terlalu dekat dengan sofi ,namun ketika pulang aku,sofi dan zalfa belum dijemput dan ketika itu kami menunggu dikelurahan dan zalfa pun sudah dijemput dan tinggal aku dan sofi dan kami berbincang-bincang: sofi:hai! Cavita : hai juga ! Sofi : nama kamu siapa Cavita : cavita,kalo kamu Sofi : aku sofi Dan kami terus berbincang – bincang hingga kami menjadi sahabat Dan persahabatan kami bertambah dengan adanya cindy ,dan ketika kelas 6 ada tour kami duduk bertiga aku,sofi dan cindy ,dan hal yg paling enyedihka ketika haflah /wisuda purna siswa ketika itu aku sedih mungkin kah aku bias bertemu sofi dan hari terakhir bertemu sofi ketika ambil ijazah aku sedih banget . Dan ketika aku duduk dibangku kelas 7 ,aku binggung mencari aku kelas 7 apa.dan bel punberbunyi katanya yg belum tau kelasnya kemusholla dan ada anak Tanya ke aku itu tadi pak hasul yg anak nma depannya a belum disebut ya, aku jawab belum ,emang namamu siapa,dia jawab astrid .dan pak hasul bilang klo aku kelas 7 H dan aku menuju kelasku dan satu bangku 1 kursi dan ada anak datang lagi ternyata itu anak yg tadi namanya astrid,karna kursinya Cuma satu aku berbagi tempat duduk sama astrid dan dia tiba-tiba ngomong kamu anak yg tadi ya kok ninggal aku,aku jawab maaf kan aku tadi disuruh langsung kekelas  ,dan guru menyuruh anak lain mengambilkan kursi dan kita pun duduk bersama,pertama aku lihat astrid tu alay banget  dan aku dipanggil vita oleh teman-teman, hari esok nya ada anak duduk sama aku namun dia  bukan astrid katanya dia namanya nabila, dan lama kelamaan nabila bilang dia mau duduk sama devina dan astrid duduk sama aku dan tak lama kemudian astrid bilang kalo dia akan pindah ke wonosobo jawa tengah dan pertama aku biasa aja dan astrid pun menyingkat nama persahabatan ini vad ,dan astrid menulis nama VAD dimeja guru agar aku bias mengingatnya slalu, astrid baik banget sama aku dia selalu lindungin aku dari anak-anak yg ganggu in aku,astrid itu lucu,apalagi dia baik,pada saat tidak ada pelajaran kan astrid bawa laptop astrid memutar lagi goyang oplosan seru banget banyak anak yg ikut joget , dan pada suatu hari ada perlombaan bola folly aku astrid,devina,nabila,ony ngerumpi disana dan tiba-tiba sepiker sekolah berbunyi memanggil astrid 7 H dan devina mengantar astrid ke bk ,aku kira mungkin skhun ,dan sepiker sekolahan berbunyi para siswa disuruh masuk kelas masing-masing dan aku,nabila ony bertemu astrid astrid bilang sekarang dia mau pindah sekolah dan air mataku menangis deras ,aku memeluk astrid aku gak  Mau lepasin astrid,dan ketika astrid pergi aku tetap menangis sampai hafalah surat an-naas sampai az-zalzalah keliru baca ayat kursi dan setelelah pulang sekolah kan hujan aku hujan hujanan sambil menangis deras mengikuti derasnya air hujan yg turun ,dan tiba-tiba hp ku berbunyi astrid sms menggunakan nomer hp barunya aku senang,namun aku tetap menangis ,dalam waktu 2 minggu libur sekolah  aku tetap menangis,dan hari pertama sekolah devina dan nabila malah royok an duduk sama aku,teman-teman juga baik sama aku mereka buat aku senang dan tidak nangis lagi namun ada juga yg bikin aku kesel gara-gara nanyain dimana astrid,aku sayang sama astrid dan aku kangen dia ,makannya hari senin kan piket nya astrid.aku gantiin astrid ,karana aku sedih harus berpisah dengan astrid,

ini kisah nyata loh


Jawaban paling cerdas!
2014-05-21T22:00:27+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Seseorang mengguncang tubuhku. “Yash! Bangun!”
Aku menggeliat, menepis tangan yang mengguncangku itu sambil masih terpejam. Mataku masih berat untuk dibuka, kantuk masih menguasaiku.
“Yash! Aku mau bicara penting, nih.. Bangun!” tangan itu mengguncang tubuhku lagi. Suara Nay sepertinya. Dengan malas terpaksa kubuka mataku.
“Kenapa Nay?” sahutku serak akibat bangun tidur. Nay adalah sahabatku, sekaligus teman satu kos dan satu fakultas.
“Aku mau berhenti kuliah.”
APA? Sisa-sisa kantukku segera hilang. Aku langsung bangun terduduk di atas kasur. Menatap Nay lekat-lekat. Aku memang sering menjadi tempat Nay berkeluh kesah tentang dana kuliah dan biaya hidup. Aku tahu bagaimana sulitnya dia bertahan untuk tetap melanjutkan pendidikan strata satunya, tapi aku tidak pernah menyangka dia akan menyerah sekarang. Saat kami baru selesai dari program Kuliah Kerja Nyata dan tinggal menulis skripsi untuk menuntaskan pendidikan bachelor kami. Kecuali memang ada hal yang sangat genting yang memaksanya untuk itu, kecuali keadaannya sudah tidak tertolong lagi.
“Kamu serius?!” tanyaku setengah melotot. Nay mengangguk. “Aku sudah nggak punya biaya lagi, Yash. Aku ke sini hanya mau pamit ke kamu..” katanya.
“Nay… kamu jangan sembarangan memutuskan begini..” Aku menasihati. Nay mengubah posisi duduknya, meraih bantalku dan mendekapnya dalam pelukannya.
“Kamu harus pikirkan baik-baik, kita ini tinggal menghabiskan satu semester lagi sambil nulis skripsi aja lho, Nay… tinggal itu dan.. selesai!” kataku menjelaskan dengan perlahan-lahan agar lebih terkesan tegas. Agar Nay mau berfikir ulang mengenai keputusannya yang menurutku sangat mendadak begini. Sepertinya keputusan yang emosional.
“Yash.. aku capek kaya gini terus…” katanya mulai terdengar sendu. “Keadaannya juga nggak kunjung membaik.. Aku sudah usaha buat ngirim-ngirim karya tulisku ke media massa seperti yang kamu sarankan, tapi nyatanya? 100 cerpen tanpa hasil. Nihil.” keluh Nay.
Aku menarik napas berat dan menghembuskannya lagi. Aku ikut bingung. Bukannya aku tidak tahu perjuangan Nay mencari penghasilan. Dia sudah menjajal semua usaha. Jadi buruh cuci, penjual pulsa, guru privat, pembantu rumah tangga, pelayan restoran, pedagang makanan ringan dan entah apa lagi. Nay selalu berganti-ganti profesi, dan setiap dia mengawali profesinya, dia memancarkan energi optimis yang amat sangat besar.