Jawabanmu

2014-05-21T19:10:19+07:00
Saat melakukan wawancara, pewawancara harus dapat menciptakan suasana agar tidak kaku sehingga responden mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Untuk itu, sikap-sikap yang harus dimiliki seorang pewawancara adalah sebagai berikut:
• Netral
- Artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden karena tugasnya adalah merekam seluruh keterangan dari responden, baik yang menyenangkan atau tidak.
• Ramah
- Artinya pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik minat si responden. • Adil; artinya pewawancara harus bisa memperlakukan semua responden dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua responden bagaimanapun keberadaannya.
• Hindari ketegangan
- Artinya, pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, jangan sampai responden sedang dihakimi atau diuji. Kalau suasana tegang, responden berhak membatalkan pertemuan tersebut dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah.
9 3 9
2014-05-21T19:27:17+07:00
1. Wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam proses wawancara:1. Menyusun tema atau masalah yang akan ditanyakan,2. Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai,3. Menyusun daftar pertanyaan,4. Merumuskan pertanyaan dengan baik,5. Membuat janji pertemuan dengan narasumber2. 6. Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan,7. Saat wawancara memerhatikan etika berbicara, bersikap sopan dan ramah,8. Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan wawancara,9. Apabila akan menggunakan alat perekam atau kamera, minta izin terlebih dahulu,10. Mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh narasumber,11. Berkonsentrasi mendengarkan informasi,12. Hindari mengulang-ulang pertanyaan.3. 1. Pewawancara atau orang yang mencari informasi yang berkedudukan sebagai penanya.2. Narasumber atau informan atau orang yang diwawancarai. Dalam hal ini, narasumber atau informan berkedudukan sebagai penjawab pertanyaan atau pemberi informasi. Narasumber yang diwawancarai biasanya merupakan seseorang yang memiliki keterkaitan dengan perihal informasi yang diperlukan. Dalam hal ini, narasumber dapat berupa tokoh, ahli, atau orang biasa.3. Tema atau perihal yang diwawancarakan. Tema sangat berperan dalam kegiatan wawancara. Dalam hal ini, tema menjadi pokok sekaligus pembatasan hal-hal yang dibicarakan.4. Waktu atau kesempatan dan tempat.4. 1. Penguasaan materi, berkenaan dengan tema dan poin-poin permasalahan penting yang akan ditanyakan.2. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan informasi yang diperlukan.3. Mempersiapkan diri secara mental untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, misal: grogi atau nervous.4. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk berwawancara, misal: alat rekam atau alat tulis.5.  Pertanyaan disusun berdasarkan tujuan wawancara. Upayakan satu pertanyaan untuk menggali satu informasi. Kalimat tanya disusun dengan singkat dan jelas. Daftar pertanyaan dibicarakan dulu dengan orang yang lebih mengerti.6.  Pendahuluan Pewawancara membuat janji dulu dengan narasumber, kapan dan dimana narasumber bersedia diwawancarai. Jangan lupa sampaikan tujuan wawancara kepada narasumber. Pembukaan Awalilah dengan pembicaraan ringan, seperti menanyakan kabar dan kondisi narasumber serta tunjukkan sikap yang ramah dan bersahabat. Tahap inti Ajukan pertanyaan secara urut, singkat, dan jelas. Lakukan perekaman selain pencatatan. Hindarilah pertanyaan yang memojokkan atau menginterogasi. Penutup Akhiri wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan. Jangan lupa ucapkan terima kasih atas waktu dan kesediaan narasumber diwawancarai.
6 3 6