a. Makin kuatnya perebutan antar wilayah
b. Hukum adat yang menekankan asas matrienal tidak sesuai dengan hukum agama
c. Berkembangnya ajaran agama yang semakin mengakar di kehidupan masyarakat
d. Adanya kebiasaan golongan adat yang yang berserbangan dengan kaum agamis
e. Campur tangan Belanda dalam perebutan pengaruh di masyarakat
Makin kuatnya perebutan antar wilayah
b. Hukum adat yang menekankan asas matrienal tidak sesuai dengan hukum agama
c. Berkembangnya ajaran agama yang semakin mengakar di kehidupan masyarakat
d. Adanya kebiasaan golongan adat yang yang berserbangan dengan kaum agamis
e. Campur tangan Belanda dalam perebutan pengaruh di masyarakat
Terima Kasih :)

Jawabanmu

2014-05-20T19:30:29+07:00
Perang Padri ini terjadi pada kawasan Kerajaan Pagaruyung antara tahun 1803 hingga 1838, sempat mereda tahun 1825 namun kembali berkecamuk tahun 1830. Peperangan ini dimulai dengan munculnya gerakan Kaum Padri (Kaum Ulama) dalam menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di kalangan masyarakat yang ada dalam kawasan Kerajaan Pagaruyung sekitarnya, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam. 

Perbedaan pendapat ini memicu peperangan antara Kaum Padri yang dipimpin oleh Harimau Nan Salapan dengan Kaum Adat di bawah pimpinan Yang Dipertuan Pagaruyung waktu itu Sultan Arifin Muningsyah. Kemudian peperangan ini meluas dengan melibatkan Belanda. 
2014-05-20T21:32:41+07:00
Makin kuatnya perebutan antar wilayah
b. Hukum adat yang menekankan asas matrienal tidak sesuai dengan hukum agama
c. Berkembangnya ajaran agama yang semakin mengakar di kehidupan masyarakat
d. Adanya kebiasaan golongan adat yang yang berserbangan dengan kaum agamis
e. Campur tangan Belanda dalam perebutan pengaruh di masyarakat