Jawabanmu

2014-05-20T18:48:05+07:00
2014-05-20T18:48:21+07:00
Dalam aktivitas ekonomi yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, diperlukan lebih banyak barang sumberdaya sebagai komponen faktor input dalam proses produksi. Proses ini biasanya memberikan dampak berupa bahan pencemar yang disebut juga sebagai polutan. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi berarti semakin tinggi pula polutan yang dihasilkan dalam proses produksi. Adanya polutan sebagai substansi asing dalam lingkungan akan mnyebabkan timbulnya tekanan terhadap lingkungan. Untuk keperluan estimasi besarnya tekanan lingkungan sebagai komponen biaya dari setiap aktivitas ekonomi, indikator yang lazim dipergunakan adalah dampak lingkungan (environmental impact), yaitu suatu istilah yang mempresentasikan jumlah dari substansi eksternal yang di introduksi ke dalam suatu ekosistem. Dampak lingkungan hidup sesungguhnya tidak dihasilkan dari aktivitas biologis manusia, melainkan oleh aktivitas ‘produktif’ manusia dalam kegiatan ekonomi. Aktivitas ini wujudnya bisa bermacam-macam. Beberapa di antaranya dapat dikemukakan sebagai berikut. Keuntungan ekonomi diperoleh dari eksploitasi produktivitas biologi dari ekosistem yang mempunyai nilai ekonomis, misalnya pendayagunaan hasil hutan berupa kayu. Aktivitas ini mengeluarkan unsur ekosistem dari interaksi akosistem secara keseluruhan. Bila substansi dikeluarkan dari ekosistem dan tidak ada penggantinya ke ekosistem maka ekosistem ini keseimbangannya terganggu, dan karena itu tidak dapat dijamin kelangsungan fungsinya seperti semula. Di samping hilangnya unsur ekosistem, jika eksploitasi hutan dilakukan secara terus menerus dan berlebihan, akan menyebabkan erosi tanah yang destruktif. Tekanan terhadap lingkungan (environmental stress) dapat pula diakibatkan oleh pemasukan (intrusi) suatu unsur ke dalam ekosistem. Hal ini merupakan kebalikan dari keadaan yang digambarkan terdahulu. Contoh yang mudah dijumpai untuk bentuk intrusi ini adalah pembuangan limbah plastik dan penggunaan DDT yang sama sekali asing bagi ekosistem. Pada umumnya akan timbul resiko lingkungan bila diintroduksikan substansi-substansi yang asing bagi lingkungan alamiah. Lebih jauh Commoner (1972) mengatakan bahwa dampak lingkungan (I= Impact) berhubungan dengan tiga faktor utama yaitu populasi penduduk (population), konsumsi terhadap barang-barang ekonomi (affluence) dan Technology. Bentuk hubungan ketiga faktor tersebut dengan dampak lingkungan dilukiskannya menurut formulasi identitas sebagai berikut : I = P A T Hubungan di atas memungkinkan kita dapat mengestimasi kontribusi dari ketiga faktor terhadap keseluruhan dampak lingkungan. Sebagai contoh data yang ada untuk kasus Amerika Serikat pada periode pengamatan 1946 – 1971 menunjukkan bahwa introduksi teknologi baru mempunyai dampak lingkungan yang lebih besar dibandingkan dengan teknologi terdahulu yang digantikannya (Commoner, 1972). Formula yang sama juga dapat diterapkan untuk kondisi lingkungan di Indonesia dan tampaknya sejauh ini belum ada penelitian ataupun ekspose lainnya untuk menjelaskan sejauh apakah dampak lingkungan yang timbul sebagai akibat pertumbuhan populasi, konsumsi produk-produk ekonomi baik barang maupun jasa, dan tingkat perkembangan teknologi.
1 5 1