Jawabanmu

2014-05-20T15:02:06+07:00
Seandainya aira maumemakan sayur buatan ibunya dia akan sehat
tapi aira tidak berpikir tentang hal tersebut .
sehingga saat di sekolah aira tidak bisa makan di kantin karena di kantin menunya sayur semua.aira pulang dengan perut yang sangat lapar , saat aira membuka kulkas untuk mencari cemilannya ternyata cemilannya di sembunyikan ibunya . saat itu aira di berikan sop yang kata ibunya itu sop daging ternyata sop sayur saat aira mencari daging di sop tersebut ibu aira langsung menjawab "ibu,sengaja memotong dagingnya kecil-kecil.Saat itu Aira Memakan sop itu aira langsung kaget ternyata sayur itu sangat enak rasanya.semenjak peristiwa itu terjadi aira mulai suka memakan sayur.

Semoga bermanfaat :D
atau masih ada lanjutannya
iya,Kan cerita pendek. emangnya kamu di suruh cerita yang panjang lebar??
gk sih... tp punya temenku kok panjang ya..?
percuma panjang kalau nggak jelas yah sama aja, cerita pendek itu cerita yang singkat & jelas
oh ya udah... terima kasih ya.. :)
2014-05-20T15:07:32+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
KUCING KU LAIRE
“Laire, kamu kok sedih? Ada masalah?” tanya Rahika
“Nggak kok Ka. Cuma mikir penyakitku.” ujar Laire
“Memang penyakitmu apa Lai?” tanya Rahika
“Maaf ya Ra, gak kasih tau kamu selama ini. Penyakitku kanker otak dan leukemia.” ujar Laire sesenggukan
“Kamu hidup sampai kapan Lai?” tanya Rahika
“5 tahun lagi Ra. Sebentar kan?” Laire balas bertanya. Rahika tak menjawab dan memeluk Laire. Tapi, Laire menjorokkan Rahika ke depan. “Mau ditipu?” tanya Laire sinis.
“Bangun, Rahika!” terdengar suara yang sangat familiar. Itu suara Kak Miko.’
Deg. Apa benar mimpiku itu?, tanya Rahika dalam hati. Tapi Rahika segera menepis jauh pikiran negatifnya.
Rahika bergegas mandi dan memakai seragam kotak-kotaknya. “Rahika, Naila udah nunggu di depan rumah tuh!” ujar Kak Miko.
Rahika cepat-cepat mengemasi barangnya dan segera menghampiri Naila. “Hai Naila!” sapa Rahika
“Hai juga Ika!” ucap Naila, memanggilnya dengan nama akrabnya.
Naila dan Rahika segera melanjutkan perjalanan ke sekolah.
Buk!, suara tepukan pundak. “Ika, rindu Dania?” tanya Jilla gombal
“Udah, jangan bicarain Dania. Aku rindu Laire!” ujar Rahika. Jilla mengangguk-angguk meninggalkan Rahika.
Rahika bergegas menaruh tasnya dan segera meninggalkan kelas. Hidup sebagai murid baru? Tidak mungkin! Murid di SMP populer? Tidak mungkin!, batin Rahika. Walau ada beberapa orang yang dikenalnya, ia merasa Laire-lah yang istimewa. Tapi, Laire tetap berada di Bandung, di SMPnya dulu. Seorang gadis menepuk pundak Rahika, membuyarkan lamunannya. “Apa benar kamu Rahika Andini? Siapa panggilanmu?” tanya gadis itu
“Eh? Aku?” tanya Rahika.
Gadis itu mengangguk.
“Ya, aku Rahika Andini. Akrabnya dipanggil Ika. Panggil Rahika juga boleh..” jawab Rahika “kalau kamu?” lanjut Rahika
“Aku Leana Davinka. Panggil aku Vinka ya..” ujar gadis yang ternyata bernama Vinka itu.
Rahika mengangguk.
Rahika bergegas menyusuri koridor sambil mengintip ke setiap ruangan. Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi. Rahika bergegas memasuki kelasnya. Miss Denis memasuki kelas. “Anak-anak, ada murid baru. Perkenalkan dirimu nak..!” ucap Miss Denis. Yang dimaksud murid baru adalah Rahika.
Rahika segera maju ke depan. “Hai semua! Namaku Rahika Andini. Panggil aku Ika atau boleh juga Rahika. Mohon bantuannya. Terimakasih..” ucap Rahika lalu segera duduk.
Pelajaran dimulai.
“Ika!” teriak anak-anak yang mengerubungi Rahika dengan pertanyaan
“Tolong panggil aku Rahika. Kalian belum terlalu akrab denganku.” ujar Rahika lalu keluar dari kelas. Rahika berlari ke kamar kecil dan menangis di dalamnya. Ia rindu Laire. Rindu lebih dari apapun.
Dam… dam… suara gedoran pinru kamar kecil. “Ika! Ika! IKAAA!!! Ayo keluar Ka!!!” panggil Naila.
Rahika menghapus airmatanya dan segera membuka pintu yang terkunci. “Kamu rindu Laire ya?” tanya Naila
“Iya Na…” jawab Rahika polos.
Naila bergegas memeluk Rahika erat sekali. “Ra, maafin Laire atas kesalahannya ya..” ucap Naila sendu
“Emang kenapa Na?” tanya Rahika lugu.
“Laire meninggal Ra..” ucap Naila sambil mengeratkan pelukannya.
Rahika mematung.
“Kenapa Laire meninggal?” tanya Rahika, wajahnya memucat
“Kanker otak dan leukemia. Sama seperti mimpi yang pernah kamu ceritakan padaku. Sehari setelah kamu cerita mimpimu itu, Laire meninggal.” jawab Naila.
“Ya Na, aku ikhlasin Laire. Aku maafin Laire!” ujar Rahika sambil agak berteriak.
“Rahika, kasih makan Laire dulu!” ujar Mama.
Yah, sekarang aku, Rahika Andini, memelihara kucing bernama Laire untuk mengenang sahabatku, Lairea Anna Joanne. Tapi, aku tidak senang. Aku cuma bahagia karena dapat membahagiakan Laire. Bagaimana bisa? Laire ingin punya kucing tapi ibunya alergi bulu kucing. Karena itu, ia memohon kepadaku, yang sangat membenci kucing, untuk melihat sedikit kisah mengenaskan dan tragis si kucing. So, see you next time…!


terima kasih
Ya masama maaf kl kepanjangan/gk ngerti jln ceritanya