Jawabanmu

2014-05-20T19:11:24+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Hikayat Wajo disebutkan bahwa ketika Arung Wajo mendekati kematiannya. Karaeng Matoaya melayatnya dan menanyakan beberapa hal kepadanya, di atara pertanyaannya: “Apakah sebab engkau berani dan panjang umur, serta mengapa daerah engkau begitu makmur?”, dijawab oleh Arung Wajo: “Sebabnya ialah saya tidak pernah membohongi diri sendiri, lebih-lebih kepada dewata seuwae (Tuhan Yang Maha Tunggal); Karaeng Matoaya bertanya kepada Arung Matoa Wajo: “Apakah engkau mau memberitahu aku berapa banyak dewa yang ada?”, Arung Matoa menjawab: “Hanya ada satu Dewata, namun banyak utusan-Nya”. Kemudian Karaeng Matoaya menanyakan lagi: “Apakah Tuhan tidak memiliki ibu dan ayah?”, Arung Matoa berkata : “Ya, hanya untuk alasan itu Dia disebut Tuhan, bahwa dia tidak beribu dan tidak berayah.” Dalam nasehat selanjutnya Arung Wajo menjelaskan, bahwa ia telah bermimpi, yakni tiga tahun setelah ia tutup usia, maka akan datang agama baru dari posi’ tana(pusat bumi atau Mekkah) yang mewajibkan orang menyembah dewata seuwae secara langsung dan menganjurkan supaya Karaeng Matoaya memeluk agama itu. Arung Wajo bahwa agama baru itu sama saja dengan ajaran dalam lontara’  yang menganjurkan kebaikan dan menolak kejahatan, perbedaannya hanyalah bahwa agama baru itu melarang orang memakan camegguk dan segala binatang yang kotor. Juga dilarang minum takammelawek (tuak pahit yang memabukkan), cara menyembahnya ialah memuja tuhan dengan sujud.
3 3 3