kalau menulis puisi,
1. tentukan tema
2. sesuai perasaan
3. suasana
4. gaya bahasa
5.tujuan/ ditujukannya puisi tsb
masak gitu doang..??
:)
thanks victoriayogi27
iya kok. intinya cuman itu :)
ok deh ^^

Jawabanmu

2014-05-17T21:58:59+07:00
ClusteringClustering berarti mengelompokkan. Maksudnya, dengan triggersatu kata tertentu yang diberi istilah nukleus, kita harus mencari kata-kata lain yang masih berada dalam satu kelompok dengan kata tersebut (kata yang berada dalam satu kelompok dengan nukleus diberi istilah cluster). Satu kelompok dimaksud, bebas, ya. Apapun kata yang muncul di kepala kamu. Semakin tidak nyambung kata tersebut dengan definisi sebenarnya dari nukleus, artinya semakin banyak peran otak kanan kamu dalam puisi yang dihasilkan nanti. Setelah menentukan cluster, kemudian buatlah vinyet (vignette) dengan menggunakan kata-kata tersebut.Sebagai latihan, Harry Surjadi menyebutkan satu kata sebagai nukleus, yaitu hujan.Nukleus: hujanCluster (yang saya buat): malam, lampu jalanan, trotoar, gigil/menggigil, peluk, cokelat panas.Vinyet:Pada malam ketika lampu jalanan tak lagi membagikan hangatnya, banyak kaki menjauhi trotoar. Tujuannya: kembali pulang. Gigil yang tersisa ini, menjelajahi setiap sudut rumah mencari sebuah peluk. Tetapi yang aku temukan hanya secangkir cokelat panas. Apa tadi kamu di sini?Begitulah, satu puisi berhasil dibuat dalam waktu kurang dari lima menit. :D2. Re-creationRe-creation berarti menulis puisi dari puisi yang telah ada sebelumnya. Tahapannya sama dengan cara pertama, yaitu menentukan nukleus, membuat cluster lalu menuliskan vinyet. Bedanya, nukleus berasal dari puisi yang kamu dengar atau baca. Dalam writing clinic lalu, Harry Surjadi membacakan kepada kami sebuah puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul Dalam Doaku.
2014-05-17T22:39:30+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedang berada di kamar yang sunyi.” Ada pula yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi di mana saja.” Pendapat lain mengatakan “Saya bisa menulis puisi saat hati saya sedang sedih.”
Ungkapan-ungkapan tersebut, hanya sebagian kecil saja pendapat orang tentang menulis puisi. Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mengasah keterampilan menulis puisi dengan baik & Benar.
Puisi dapat ditulis berdasarkan catatan harian.
Ikutilah langkah berikut ini jika Anda akan menulis puisi berdasar catatan harian:
-Baca dan renungkan isi catatan harian yang Anda miliki!
-Coretlah kata-kata yang tidak penting dan tambahkan katakata yang menurut Anda menarik untuk disertakan!
-Hapuslah baris-baris yang tidak penting!
-Atur dan urutkan kembali baris-baris yang sudah Anda pilih!

Puisi juga dapat ditulis berdasarkan hasil perenungan. Langkah langkah menulis puisi dari hasil perenungan adalah:
-Duduklah di bawah pohon atau di tempat lain yang menyenangkan bagi Anda!
-Pejamkan mata Anda dan pikirkanlah tentang hal yang menyenangkan, misalnya berlibur ke daerah pegunungan!
-Hiruplah sejuknya udara dingin pegunungan!
-Dengarkan suara burung yang berkicauan di dahan pohon!
Hal Hal yang Harus Kita Perhatikan Ketika Menulis Puisi :
IRAMA
Irama atau ritme berhubungan dengan pengulangan bunyi, kata, frasa, dan kalimat. Dalam puisi, irama berupa pengulangan yang teratur suatu baris puisi menimbulkan gelombang yang menciptakan keindahan. Irama dapat juga berarti pergantian keras-lembut, tinggirendah, atau panjang-pendek kata secara berulang-ulang dengan tujuan menciptakan gelombang yang memperindah puisi. Perhatikan puisi DOA karya Chairil Anwar! Dalam puisi tersebut terdapat pengulangan kata Tuhanku.

RIMA
Rima (persamaan bunyi) adalah pengulangan bunyi berselang, baik dalam larik maupun pada akhir puisi yang berdekatan. Bunyi yang berima itu dapat ditampilkan oleh tekanan, nada tinggi, atau perpanjangan suara. Perhatikan kutipan puisi DOA