Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-05-17T17:22:03+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Pengaruh budaya Bacson Hoabin
Ternyata berkembang sampai ke kepulauan nusantara. Hasil budayanya seperti Peble (kapak Sumatera) dan alat-alat tulang. Jadi, kebudayaan Bacson Hoabin adalah budaya zaman mesoliticum (zaman batu tengah). Dinamakan Bacson Hoabin karena tempat penemuan kebudayaan ini berada di pegunungan di daerah Hoabin Tonkin Indocina. Kebudayaan Bacson Hoabin masuk melalui Thailand Melayu lalu menyebar ke Nusantara. Ciri khas alat batu kebudayaan Bacson Hoabin adalah penyerpihan pada satu atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran kurang satu kepalan, dan sering kali seluruh tepiannya menjadi bagian yang tajam.Di Indonesia, alat-alat batu dari kebudayaan Bacson Hoabin ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua (Irian Jaya).Di daerah Jawa, alat-alat kebudayaan batu sejenis dengan kebudayaan Bacson Hoabin ditemukan di daerah lembah sungai Bengawan Solo. Di samping daerah-daerah di atas, maka kebudayaan ini juga ditemukan di pedalaman Semenanjung Minahasa (Sulawesi Utara), Flores, Maluku Utara dan lain-lain.

Pengaruh budayaan Dong son
telah mempengaruhi perkembangan budaya logam di Indonesia. Ada beberapa daerah penting di Indonesia yang mengembangkan budaya ini, antara lain:
1. Budaya logam awal di Jawa Di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta, terdapat peninggalan logam berupa peti kubur batu (sarkofagus). Diperkirakan ini merupakan bekal kubur yang berupa peralatan dari besi.
2. Budaya logam awal di Sumatra Di temukannya kubur batu yang dihiasi dengan manik-manik kaca serta sejumlah benda logam seperti peniti emas dan tombak besi di daerah Pasemah, Sumatra Barat.
3. Budaya logam awal di Sumba, Nusa Tenggara Kita bisa menjumpai kebudayaan masyarakat Sumba, Nusa Tenggara Timur dimana mereka memberi bekal berupa benda-benda logam yang diletakkan disebelah peti mati. Selain itu ditemukan pula alat-alat rumah tangga yang terbuat dari logam seperti bejana dan tembikar kecil.
4. Budaya logam awal di Bali Di Bali kita juga menemukan kebudayaan bekal kubur seperti daerah Sumba. Mereka percaya bahwa ini merupakan cara mereka untuk menghormati roh leluhur yang telah meninggal

Pengaruh budaya Sa huynh
merupakan daerah di dekat pantai sekitar 140 km ke arah selatan dari Kota Tourane, Vietnam sedangkan Kalanay merupakan daerah di Filipina. Kebudayaan ini berkembang di Indonesia pada zaman perundagian dengan memberi dampak dalam pembuatan gerabah. Sangat sulit bagi kita untuk mengukur seberapa besar pengaruh pembuatan gerabah yang berasal dari kebudayaan Sa huynh-kalanay karena di Indonesia sendiri telah mengenal tradisi gerabah sejak zaman neolithikum (masa bercocok tanam). Ciri khas gerabah dari peninggalan kebudayaan Sa huynh-kalanay terdapat pada pola motif dimana biasanya berpola anyama, keranjang atau gulungan tali.



24 4 24