Jawabanmu

2014-05-16T19:21:31+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Satu sore, beberapa hari setelah hari lebaran, saya ngobrol ngalor ngidul dengan kakak ipar dan seorang saudara yang sedang berkunjung. Saudara saya tinggal di Yogya, namun kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta, menikmati sisa libur lebaran.Sampai tiba obrolan tentang riak dan pernik mudik kala lebaran. Ia bercerita tentang betapa para pemudik di jalan kadang tak mematuhi aturan berlalu lintas. Ia ambil contoh tentang diabaikannya keselamatan, misalnya satu sepeda motor dinaiki empat orang. Juga aksi kebut-kebutan pemudik. Mengenai ini, ia punya anekdot.” Di Yogya misalnya, kalau ada yang nyerebot lampu merah, di saat suasana lebaran, pasti ada yang mengatakan, itu pasti pemudik dari Jakarta,” katanya.Anekdot yang cukup mengena. Karena memang aksi serobot lampu merah sudah membudaya di Jakarta. Di ibukota, banyak pengguna jalan, tak peduli pada lampu merah yang harusnya sebagai tanda wajib berhenti. Tapi sedikit saja ada peluang langsung nyemprung menyerobot. Sudah tak aneh aksi serobot seperti itu di Jakarta.” Ya tinggal dilihat saja plat nomor motornya misalnya, bila letter B, wah itu pasti orang Jakarta yang sedang mudik ke kampungnya,” ujarnya lagi.Mendengar anekdotnya, saya teringat analisis seorang pakar transportasi, kala mengomentari tingginya angka kecelakan kala musim mudik. Menurutnya, budaya lalu lintas di ibukota terbawa pemudik saat mudik. Ya itu, salah satunya budaya serobot trafic light.
2 3 2