Jawabanmu

2014-05-16T18:59:50+07:00
Sepeninggal Dalem Sagining yang digantikan oleh Dalem Pemayun Anom kesepakatan tersebut mengalami perubahan, terjadi polarisasi yang semakin jelas, yakni Gowa menjalin kerjasama dengan Mataram di Jawa dalam rangka menghadapi Belanda. Sebaliknya Belanda berhasil mendekati Gelgel, sehingga pada tahun 1640, Gowa masuk kembali ke Lombok. Bahkan pada tahun 1648, salah seorang Pangeran Selaparang dari Trah Pejanggik bernama Mas Pemayan dengan gelar Pemban Mas Aji Komala, diangkat sebagai raja muda, semacam gubernur mewakili Gowa, berkedudukan di bagian bara pulau Sumbawa.Dibawah pimpinan Sultan Hasanuddin Gowa melakukan perlawanan keras terhadap Belanda, perak tidak terelakkan. Hingga akhirnya pada tahun 1667, Gow harus menerima perjanjian Bungaya. Dari pertempuran anatara Gowa dan Belanda,

Gelgel berusaha memanfaatkan situasi dengan mengirimkan ekspedisi langsung ke pusat pemerintahan Selaparang pada tahun 1668-1669, tetapi ekspedisi tersebut gagal. Perjanjian Bungaya adalah sebuah wilayah yang terletak disekitar pusat kerajaan Gelgel di Klungkung yang menandai eratnya hubungan Gelgel-Belanda.Walaupun Kerajaan Selaparang mampu mengalahkan serangan kerajaan Gelgel, petani liar dari Karang Asem (Bali) yang mendirikan koloni dan menjelma sebagai sebuah kerajaan kecil, yaitu kerajaan Pagutan dan Pagesangan. Kerajaan ini muncul pada tahun 1622, embrio kekuatan ini sebenarnya sudah ada sejak permulaan abad ke 15.
2014-05-16T19:00:43+07:00
Keberhasilan Goa merebut Lombok dari Bali pada tahun 1640 M, maka proses Islamisasi semakin mantap. Dalam usaha mengembangkan pengaruhnya di Lombok, masing-masing kerajaan meningkatkan hubungan melalui perkawinan antara kedua belah pihak (kerajaan Selaparang dan kerajaan Gowa). Hal ini dapat diketahui dari nama-nama gelar seperti pemban Selaparang, Pemban Pejanggik, Pemban Parwa sedangkan kerajaan kecil lainnya yang bersifat otonomĀ  rajanya disebut Datu seperti Datu Bayan, Langko, Sokong, Kuripan, Pujut dan lain-lainnya.