Pohon...
Dulu, kulahap masaku di bawah rimbun sejukmu
Batangmu kokoh,tegak bak besi tempat melepas penat
Rimbun sejukmu,bagaikan barisan ribuan peluru
Mendekam kilauan kuning
Yang membakar kulitku bahkan permata hijau di planet kehidupan

Pohon...
Tapi kini,tajamnya gergaji perenggut kebahagiaan
Telah melenyapkanmu,memusnahkanmu,membunuhmu
Ribuan paru-paru bumi tenggelam dalam lautan abu
Dan se
pohon

Pohon...
Dulu, kulahap masaku di bawah rimbun sejukmu
Batangmu kokoh,tegak bak besi tempat melepas penat
Rimbun sejukmu,bagaikan barisan ribuan peluru
Mendekam kilauan kuning
Yang membakar kulitku bahkan permata hijau di planet kehidupan

Pohon...
Tapi kini,tajamnya gergaji perenggut kebahagiaan
Telah melenyapkanmu,memusnahkanmu,membunuhmu
Ribuan paru-paru bumi tenggelam dalam lautan abu
Makasihh :)
Puisi ini ada samanya nggak ??

Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-05-16T18:01:29+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Pohon yang rindang nan besar..
melindungi dari badai dan panas..
berwarna hijau betulang coklat..
nan gagah dan tinggi..

selalu merintangi cobaan..
menghadapi berbagai ujian..
tetapi saat itu kau masih bertahan..
kau masih kuat tuk duduk paling tinggi..

tak mudah goyah dan pantang menyerah..
aku salut aku ingin sepertimu..
berpuluh-puluh tahun kau menghadapi ..
dan kau tak pernah mengeluh..
lha udah dalam pikiran kok.. kalau saya rasa ya lama.. ente aja yang sok tau..
Sok tau.
kamu yang sok tau :3 DEMI ALLAH!!
Udah, nggak usah berantem !
Mau ngopas atau enggak yg penting udah jawab...
~Makasih~
Sama-ama ^^
2014-05-16T18:03:49+07:00
Indah...
Sejuk...
Hangat...

Itulah kau.

Pahlawan yang tidak terartikan oleh manusia
Hijau parasmu membuat kami semua terpukau
Penyelamat sebuah bangsa yang sangat banyak.

Namun, malangnya dirimu.
Melihat umat manusia yang tak bertanggung jawab.
Menebangmu layaknya menyembelih hewan
Tak ada satupun permintaan maaf kepadamu

Maafkan aku.
Aku yang telah menyembelih temanmu itu
Sungguh kejamnya aku membunuh satu pahlawan di muka bumi ini.

Maafkan aku, pohon.