Jawabanmu

2014-05-16T14:04:45+07:00
Ketika sinar matahari memanaskan permukaan
bumi, terjadi penguapan atau evaporasi. Dalam
proses penguapan, air (zat cair) berubah wujud
menjadi uap air (zat gas). Uap air tersebut
kemudian naik menjauhi permukaan bumi dan
terjadilah  proses kondensasi, yaitu perubahan
uap air menjadi titik-titik air. Bersamaan
dengan proses tersebut, terbentuklah awan
dan selanjutnya turun sebagai hujan. Demikian
seterusnya, air berubah wujud menjadi uap dan
kadang menjadi es, kemudian berubah menjadi
air kembali. Melalui proses tersebut, dapat
dimengerti mengapa air tidak pernah habis.
Proses inilah yang dikenal sebagai siklus air
atau  siklus hidrologi.

Ada tiga siklus air, yaitu siklus pendek, sedang, dan panjang. Untuk memahami
prosesnya, amati gambar-gambar berikut ini.
Pada zaman dulu,
bangsa Indian di Amerika
membakar padang rumput kering yang
luas agar terjadi hujan. Debu hasil
pembakaran yang beterbangan ke
udara menjadi tempat bertenggernya
air (inti kondensasi) sehingga uap air
dengan cepat berubah menjadi titik-
titik air dan kemudian terjadi hujan.
Hujan buatan yang dilakukan saat
ini juga prinsipnya sama dengan
cara yang dilakukan oleh bangsa
Indian di Amerika. Bedanya sekarang
dilakukan dengan menebar garam
dari pesawat  udara ke bagian
atas awan. Pesawat terbang yang
membawa garam terbang sampai
berada di atas awan. Pada saat
itulah, garam ditaburkan dari pintu
pesawat yang dapat dibuka.
Wawasan61
Ilmu Pengetahuan Sosial
Gambar 2.11 Siklus pendek
Siklus air yang diuraikan di atas disebut sebagai siklus pendek. Sementara pada siklus
sedang, air yang menguap berubah menjadi titik-titik air. Dari titik-titik air itu, terbentuklah
awan. Angin membawa awan berpindah lokasinya ke wilayah lainnya atau daratan. Di
daerah tertentu, awan tersebut kemudian menurunkan hujan. Aliran air hujan kemudian
masuk ke  sungai dan akhirnya kembali ke laut.
Gambar 2.12 Siklus sedang
Siklus air bisa lebih panjang dari siklus sedang. Air yang menguap kemudian mengalami
kondensasi dan berubah menjadi partikel-partikel es melalui proses sublimasi. Pada tahap
berikutnya, air yang telah menjadi kristal-kristal es kemudian turun sebagai hujan dan atau
salju. Di daratan, salju tersebut membentuk gletser. Es kemudian mencair dan masuk ke
sungai dan pada akhirnya, es yang mencair itu mengalir menuju lautan.



7 3 7
2014-05-16T23:37:05+07:00
Ketika sinar matahari memanaskan permukaan
bumi, terjadi penguapan atau evaporasi. Dalam
proses penguapan, air (zat cair) berubah wujud
menjadi uap air (zat gas). Uap air tersebut
kemudian naik menjauhi permukaan bumi dan
terjadilah  proses kondensasi, yaitu perubahan
uap air menjadi titik-titik air. Bersamaan
dengan proses tersebut, terbentuklah awan
dan selanjutnya turun sebagai hujan. Demikian
seterusnya, air berubah wujud menjadi uap dan
kadang menjadi es, kemudian berubah menjadi
air kembali. Melalui proses tersebut, dapat
dimengerti mengapa air tidak pernah habis.
Proses inilah yang dikenal sebagai siklus air
atau  siklus hidrologi.

Ada tiga siklus air, yaitu siklus pendek, sedang, dan panjang. Untuk memahami
prosesnya, amati gambar-gambar berikut ini.
Pada zaman dulu,
bangsa Indian di Amerika
membakar padang rumput kering yang
luas agar terjadi hujan. Debu hasil
pembakaran yang beterbangan ke
udara menjadi tempat bertenggernya
air (inti kondensasi) sehingga uap air
dengan cepat berubah menjadi titik-
titik air dan kemudian terjadi hujan.
Hujan buatan yang dilakukan saat
ini juga prinsipnya sama dengan
cara yang dilakukan oleh bangsa
Indian di Amerika. Bedanya sekarang
dilakukan dengan menebar garam
dari pesawat  udara ke bagian
atas awan. Pesawat terbang yang
membawa garam terbang sampai
berada di atas awan. Pada saat
itulah, garam ditaburkan dari pintu
pesawat yang dapat dibuka.
Wawasan61
Ilmu Pengetahuan Sosial
Gambar 2.11 Siklus pendek
Siklus air yang diuraikan di atas disebut sebagai siklus pendek. Sementara pada siklus
sedang, air yang menguap berubah menjadi titik-titik air. Dari titik-titik air itu, terbentuklah
awan. Angin membawa awan berpindah lokasinya ke wilayah lainnya atau daratan. Di
daerah tertentu, awan tersebut kemudian menurunkan hujan. Aliran air hujan kemudian
masuk ke  sungai dan akhirnya kembali ke laut.
Gambar 2.12 Siklus sedang
Siklus air bisa lebih panjang dari siklus sedang. Air yang menguap kemudian mengalami
kondensasi dan berubah menjadi partikel-partikel es melalui proses sublimasi. Pada tahap
berikutnya, air yang telah menjadi kristal-kristal es kemudian turun sebagai hujan dan atau
salju. Di daratan, salju tersebut membentuk gletser. Es kemudian mencair dan masuk ke
sungai dan pada akhirnya, es yang mencair itu mengalir menuju lautan.

1 2 1