Jawabanmu

2014-05-15T19:59:31+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
                  Kalender yang kita gunakan sehari-hari adalah mengikuti sistem peredaran matahari (bedakan dengan sistem penanggalan islam? Kalau itu menggunakan sistem peredaran bulan).Berdasarkan sejarahnya sistem penanggalan matahari ini telah mengalami berbagai penyesuaian dan perubahan sejak jaman Romawi dulu.Pada awalnya, bangsa Romawi membuat satu tahun itu terdiri dari 10 bulan yaitu dimulai pada bulan Maret hingga Desember (perhatikan nama bulan awalnya berasal dari urutannya, seperti September berarti “ke tujuh” dan oktober berarti “kedelapan”), lalu berkembang menjadi 12 bulan dengan penambahan Januari dan Februari, namun jumlah total tahun masih 355 hari. 

Selanjutnya beberapa tahun kemudian Julius Cesar menetapkan 1 tahun 365 hari, dan juga mengatasi persoalan “terlambatnya” awal musim semi, dengan menambahkan 1 hari pada bulan di akhir tahun (saat itu Februari) setiap 4 tahun sekali (dikenal dengan sistem penanggalan Julian)

Namun sistem penanggalan tadi masih mengandung kesalahan, dilakukan penyesuaian penambahan hari tidak hanya dilakukan untuk tahun yang habis di bagi 4 namun juga untuk angka abad yang juga habis di bagi 400 (maka tahun 1900 bukanlah tahun kabisat walaupun 1900 habis di bagi 4 namun tidak habis di bagi 400), sistem penanggalan baru ini disebut sistem Gregorian (berlaku mulai 1582, saat itu penanggalan “loncat” 10 hari, dari tanggal 4 Okober 1582 menjadi tanggal 15 Oktober 1582)Oh ya, awal tahun yang dimulai pada bulan Januari baru berlaku sejak tahun 1622, tanggal satu Januari 1622 jatuh pada hari Sabtu.

*jadiikan jawaban terbaik ya?!!!*
:D
2 2 2
2014-05-15T20:00:47+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Tahun kabisat berawal dari kegusaran Kaisar Julius Caesar, pemimpin Romawi, terhadap penanggalan yang tidak bisa menunjukkan musim dengan tepat.Bulan Desember misalnya, kadang musim dingin, kadang tidak. Kemudian, ia memerintahkan ahli perbintangan kerajaan bernama Sosigenes, untuk membuat penanggalan baru.Sosigenes lalu mempresentasikan kalender baru berdasarkan waktu yang diperlukan Bumi untuk mengitari Matahari satu kali.Perhitungan Sosigenes, Bumi butuh 365,25 hari untuk mengitari Matahari. Supaya mudah, digenapkan menjadi 365 hari. Kekurangannya akan digabung dalam satu hari, setiap empat tahun sekali.Satu hari tersebut ditambahkan pada Bulan Februari untuk menggenapi 0,25 hari pembulatan tadi. Sebab, Februari memiliki jumlah hari paling sedikit, yaitu 29.Setiap empat tahun, Februari memiliki 30 hari. Itulah Tahun Kabisat. Sistem kalender baru ini digunakan di semua wilayah Romawi mulai tahun 45 sebelum Masehi (SM).Beberapa waktu kemudian, Julius Caesar digantikan oleh Kisar Agustus. Pada masa itu, kalender kembali diutak-atik. Ia mengganti Bulan Hexelius menjadi Bulan Agustus. Ia juga menambahkan satu hari pada Bulan Agustus, menjadi 31 hari.Kaisar Agustus mengambil satu hari dari Bulan Februari. Maka, Februari memiliki 28 hari pada tahun biasa, dan 29 hari pada Tahun Kabisat.Sekitar 1.500 tahun berlalu, ternyata kalender Masehi itu kembali membingungkan. Perayaan Paskah yang lazimnya terjadi di musim semi bergeser. Apa lagi yang salah?Akhirnya, Paus XIII, pemimpin Umat Kristiani saat itu, memerintahkan ahli perbintangan Christopher Clavius untuk mencari jawabannya.Christopher menemukan, bahwa lama satu tahun adalah 365,24219 hari, pembulatannya menjadi 365,24 hari. Perhitungan Sosigenes meleset 11 menit 14 detik setiap tahunnya. Akibatnya, setelah sekitar 1.500 tahun, kesalahannya menjadi 10 hari.Christopher mengusulkan, Tahun Kabisat tetap terjadi empat tahun sekali, kecuali pada tahun yang berakhiran 00. Pada tahun itu, Tahun Kabisat hanya berlaku jika angka tahunnya habis dibagi 400, sehingga dalam 2.500 tahun hanya perlu penyesuaian satu hari.Paus setuju dan meresmikan perhitungan baru itu pada 1582. Dengan penetapan seperti itu, orang yang lahir pada 29 Februari berulang tahun setiap empat tahun sekali. Walaupun demikian, usianya tetap saja bertambah tua! (*)
1 1 1