Jawabanmu

2014-05-14T17:53:18+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
***

NOVEL Peri Kecil di Sungai Nipah ini menghadirkan keadaan sosial, antropologis juga geografis desa Sangir sekaligus mengungkap pandangan hidup dan mitologi yang berkembang di Sangir, yang dulu tidak berpenghuni hingga kini menjadi maju berkat Sungai Nipah, tanaman tebu, pabrik gula dan pabrik sirup. Dengan memanfaatkan bahan sejarah, mitologi, dan foklore, pengarang mencampur aduk materi tersebut menjadi sebuah cerita yang berpilin, gelap dan tak mudah ditebak. Apalagi, pengarang meracik nuansa magis yang masih berkembang di sekitar Sungai Nipah.

Cara melihat realitas yang dipadu dengan cara lain atas realitas yang selama ini dianggap tidak rasional, tak logis, dan supernatural menjadikan novel ini kental dengan 'aroma surealisme' yang dipadu dengan sejarah dan filsafat --sebagaimana aroma yang diracik oleh Franz Kafka dan juga Gabriel Garcia Marquez. Tak salah, kalau novel ini beraroma realisme magis.

Dengan jeli, pengarang mengungkap aspek-aspek keseharian warga desa Sangir dan hal-hal di sekitar yang aneh, misterius dan juga menakutkan seperti burung gagak, Surip yang kesurupan, raibnya janin dari kandungan dan hantu yang muncul di Sungai Nipah). Memamg, Dyah Merta tidak memasukkan elemen fantastik dalam alur cerita, tapi ingin menunjukkan bahwa 'ada cara pandang lain' untuk melihat hal keseharian yang merupakan bagian tak terpisahkan baik dalam teks atau 'hidup keseharian'. Dengan kata lain, pengarang hendak mengakui "yang irasional" sebagai bagian dari realitas keseharian sebagai perbaduan antara realitas yang rasional dengan magis.

Dengan corak penceritaan itu, bentuk Peri Kecil di Sungai Nipah ini menampilkan gaya realisme magis, meski hanya setengah hati. Dengan metode ini, pengarang memasukkan banyak hal dan gagasan baru pada periode sejarah dari pinggir, hingga tak ada dilema pula tatkala pengarang berkisah kegilaan di kepala Kulung yang menuntut balas segala dendam kepada keluarga Karyo Petir.

Realitasnya yg mana dari yg dengan jeli ?
2014-05-14T18:04:34+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Suasana nglangut, mistis, dan motif balas dendam anak h ar am mengingatkan kita pada karya Isabelle Allende, The House of Spirits yang filmnya beredar di Indonesia. Alurnya yang berputar seperti spiral, detilnya yang bagai mozaik mengingatkan kita pada karya Arundhati Roy. The God of Small Things. Dengan adegan-adegan filmis, suasana mencekam, dan struktur yang tertata
Teorinya jika karakter utama lebih dari satu, penulis mampu membuat persinggungan antar setiap karakter seimbang atau memang berpihak pada karakter utama. Yang terjadi dalam buku ini setiap karakter seolah berebut tempat utama dan melanggar batas-batas keberadaannya


semoga membantu :)
1 5 1