Para pembaca yang budiman mungkin saja akan dibuat merah mukanya oleh patung itu.Setelah lama memperhatikan kehadiran tempat lilin berpatung dua gadis telanjang itu, dokter itu perlahan-lahan menggaruk-garuk bagian belakang telinganya, menelan air liur dan mendengus dengan kacau.
“Ya, memang betul-betul barang yang indah,” ia bergumam, “tapi, yah, bagaimana pula aku harus menyimpannya…? Bagaimana pun orang tak bisa sepenuhnya menganggapnya ini sebagai barang yang menerbitkan selera. Maksudku sesuatu yang telanjang, namun yang ini sih sudah benar-benar terlalu… hmmmm.”“Apa maksud Dokter, terlalu?”“Bicara mengenai barangnya sendiri, semua orang tak dapat menyangkal keindahannya.
Tapi jika aku disuruh memajang barang semacam itu di atas meja, maka aku akan merasa seperti telah mengotori seluruh rumah.”“Alangkah anehnya pandangan seni dokter!” ucap Sasha dengan suara terluka.“Ini kan hasil inspirasi! Perhatikan seluruhnya begitu indah. Bukankah keindahannya memberikan rasa kagum dan nikmat yang tak terperikan kepada dokter? Dokter pasti akanlupa pada segala yang berharga lainnya begitu dokter menikmati keindahan tempat lilin yang begini mengagumkan…
Nah, perhatikanlah sejenak, gaya dan ekspresinya!”“Aku menghargai kebagusannya, kawanku,” kata dokter itu bertahan, “tapi kau lupa aku ini seorang kepala rumah tangga. Jadi pikirkanlah betapa anak-anakku yang masih kecil itu akan menanggapinya, pikirkanlah pula betapa reaksi para perempuan terhormat itu.”“Benar, jika dokter memandangnya dari kacamata orang banyak,” kata Sasha. “Tentu saja karya seni yang sedemikian tinggi mutunya ini akan tampak tak ada artinya. Tapi dokter harus mengangkat sele
yang itu thu selera.... bukan sele...

Jawabanmu

2014-05-13T21:11:12+07:00
Sudah aku jawab.... cuman ga terlalu selesai di komentar..... 
maaf ya kalau salah..... sorry.... 
m\terimakasih....