Jawabanmu

2014-05-12T22:21:12+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Tragedi Jembatan MahakamJembatan Mahakam 2 yang diresmikan tahun 2002 ambruk! Empat orang dilaporkan tewas, sejumlah orang luka-luka, dan korban lain masih dicari.Ambruknya jembatan gantung terpanjang di Indonesia dan disebut sebagai Golden Gate di Kalimantan itu ramai dalam percakapan di media sosial dan media online. Selain soal investigasi penyebab ambruknya jembatan, penyelamatan korban yang masih tenggelam harus terus dilakukan. Sejumlah orang dilaporkan masih hilang. Langkah darurat harus segera diambil agar transportasi di kawasan tersebut segera bisa dipulihkan.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung menggelar rapat dan memerintahkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meninjau lokasi. Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo juga mengutus Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman untuk menyelidiki runtuhnya jembatan itu. Langkah cepat Presiden itu patut diapresiasi!Ambruknya jembatan gantung Mahakam 2, yang panjangnya 710 meter, memang patut diselidiki. Fondasi jembatan itu selesai tahun 2000 dan jembatan Mahakam 2 itu diresmikan tahun 2002. Artinya, jembatan itu baru berumur sepuluh tahun. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto, sebagaimana dikutip situs berita Kompas.com, menyebutkan, sesuai desain awal, jembatan Mahakam 2 didesain hingga 40 tahun, bahkan hingga 100 tahun. Ia menduga perawatan yang abai menjadi penyebab ambruknya jembatan.Investigasi terhadap ambruknya Mahakam 2 harus dilakukan. Apakah ambruknya jembatan karena ada unsur kelalaian manusia karena jembatan itu sedang diperbaiki? Namun, apa pun, pengurangan kekuatan jembatan dari yang dirancang untuk beroperasi 40 tahun, tetapi ambruk dalam kurun waktu sepuluh tahun, harus menjadi titik awal penyelidikan. Penyelidikan forensik teknologi perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab ambruknya jembatan. Apakah ambruknya jembatan itu karena pengurangan spesifikasi bangunan atau karena desain teknis atau karena penyebab lain. Ahli fisika pernah mengutarakan bahwa pembangunan konstruksi jembatan Mahakam tidak mempertimbangkan teori dasar perubahan angin.Jika problemnya karena faktor kurangnya perawatan, kita pun mempertanyakan mengapa perawatan itu tak dilakukan sewajarnya? Padahal, orang yang melewati jembatan itu dipungut retribusi Rp 1.000, tanpa dasar hukum.Kita menggarisbawahi pernyataan Djoko Murjanto soal perawatan. Bangsa ini punya kelemahan kultural dalam hal perawatan. Kita bisa membangun apa saja, tetapi kita lemah dalam pemeliharaan. Mahakam 2 hanyalah salah satu dari banyak jembatan di Indonesia. Kita tak ingin ambruknya Mahakam 2 itu menulari jembatan lain. Audit harus dilakukan terhadap jembatan lain. Penyediaan infrastruktur yang aman adalah tanggung jawab pemerintah
2014-05-12T23:11:11+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Membangun Saling Percaya
Situasi Papua yang memanas menciptakan keprihatinan baru bangsa ini. Berbagai pendekatan telah dilakukan, tetapi rantai kekerasan belum bisa disudahi. Dalam beberapa hari terakhir, serial kekerasan terjadi di bumi Papua. Ada unjuk rasa pekerja PT Freeport soal upah, ada penembakan di kawasan Freeport yang mengakibatkan tiga orang tewas, ada pembubaran Kongres Rakyat Papua III yang berubah menjadi kekerasan, dan terakhir penembakan Kepala Kepolisian Sektor Mulia di Bandara Mulia, Puncak Jaya. Dalam dua pekan terakhir delapan orang tewas! Menarik apa yang disinyalir peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Adriana Elisabeth, seperti dikutip harian ini, terus berlangsungnya kekerasan di bumi Papua hari-hari terakhir ini menunjukkan siklus kekerasan di Papua belum terputus. Kekerasan yang terjadi di Papua tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang relasi antara Papua dan Jakarta. Terasa adanya ketidakpercayaan yang tulus antara elite Jakarta dan elite Papua. Relasi itu ikut memberikan kontribusi belum ditemukannya solusi hakiki soal Papua. Wajah keindonesiaan di Papua mungkin tidak terlalu ramah bagi warga Papua dan juga mungkin sebaliknya. Otonomi khusus telah diberlakukan di Papua melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Representasi kultural Papua diwadahi dalam Majelis Rakyat Papua yang mempunyai sejumlah tugas dan wewenang. Namun, yang menjadi pertanyaan, apakah Majelis Rakyat Papua betul-betul telah diperankan sebagai representasi kultural aspirasi Papua? Kalau belum, mengapa itu sampai bisa terjadi? Kekerasan diyakini bukanlah solusi untuk mengakhiri konflik. Kekerasan yang dilawan kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru sehingga akan terjadi spiral kekerasan. Sementara kita sendiri mungkin belum mengetahui secara persis akar masalah terus terjadinya kekerasan di Papua. Akar konflik Papua harus terus digali sehingga kita bisa menemukan solusi yang paling tepat. Mengutip pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sejumlah media massa, 16 Agustus 2011, menata Papua dengan hati adalah kunci dari semua langkah untuk menyukseskan pembangunan Papua sebagai gerbang timur wilayah Indonesia. Dialog adalah solusi damai yang harus terus diupayakan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hukum tentu harus ditegakkan karena membunuh dan menembak orang sampai mati adalah tindak pidana. Pendekatan keamanan harus dilengkapi pendekatan lain, seperti pendekatan kesejahteraan dan pendekatan kultural. Dengan pendekatan yang holistik dan dialog yang tulus, kita meyakini masalah Papua bisa diselesaikan, sebagaimana kita juga bisa menyelesaikan problem di Aceh. Kemungkinan internasionalisasi masalah Papua sejauh mungkin dihindarkan karena potensi untuk itu ada!