Jawabanmu

2014-05-11T20:39:39+07:00
Kerajaan Kowiai/kerajaan NamatotaKerajaan AidumaKerajaan KaimanaDi Kepulauan Raja Ampat yang terletak di lepas pantai pulau Papua terdapat empat kerajaan tradisional yang termasuk wilayah mandalakesultanan Bacan dan kesultanan Ternate, masing-masing adalah kerajaan Waigeo, dengan pusat kekuasaannya di Wewayai, pulau Waigeo; kerajaan Salawati, dengan pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara; kerajaan Sailolof dengan pusat kekuasaan di Sailolof, pulau Salawati Selatan, dan kerajaan Misol, dengan pusat kekuasaan di Lilinta, pulau Misol.Penguasa Kerajaan Lilinta/Misol (sejak abad ke-16 bawahan kesultanan Bacan):Abd al-Majid (1872-1904)Jamal ad-Din (1904-1945)Bahar ad-Din Dekamboe (1945 - )Penguasa Kerajaan Waigama (sejak abad ke-16 bawahan kesultanan Bacan):Abd ar-Rahman (1872-1891)Hasan (1891/1900-1916)Syams ad-Din Tafalas (1916-1953)Penguasa Kerajaan Salawati (sejak abad ke-16 bawahan Kesultanan Ternate):Abd al-Kasim (1873-1890)Muhammad Amin (1900-1918)Bahar ad-Din Arfan (1918-1935)Abu’l-Kasim Arfan (1935-?)Penguasa Kerajaan Waigeo (sejak abad ke-16 bawahan Kesultanan Ternate):Gandżun (1900-1918)Tahun 1660, VOC memang sempat menandatangani perjanjian dengan sultan Tidore di mana Tidore mengakui protektorat Belanda atas penduduk Irian barat. Perjanjian ini jelas meliputi penduduk kepulauan antara Maluku dan Irian. Yang jelas juga, Tidore sebenarnya tidak pernah menguasai Irian. Jadi protektorat Belanda hanya merupakan fiksi hukum.
3 2 3
Jawaban paling cerdas!
2014-05-11T20:42:03+07:00
Kerajaan Kowiai/kerajaan Namatota/Kerajaan Aiduma/Kerajaan Kaimana.Di Kepulauan Raja Ampat, yang terletak di lepas pantai pulau Papua terdapat empat kerajaan tradisional yang termasuk wilayah mandalakesultanan. Bacan dan kesultanan Ternate, masing-masing adalah kerajaan Waigeo, dengan pusat kekuasaannya di Wewayai, pulau Waigeo; kerajaan Salawati, dengan pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara; kerajaan Sailolof dengan pusat kekuasaan di Sailolof, pulau Salawati Selatan, dan kerajaan Misol, dengan pusat kekuasaan di Lilinta, pulau Misol.Penguasa Kerajaan Lilinta/Misol (sejak abad ke-16 bawahan kesultanan Bacan):Abd al-Majid (1872-1904)Jamal ad-Din (1904-1945)Bahar ad-Din Dekamboe (1945 - )Penguasa Kerajaan Waigama (sejak abad ke-16 bawahan kesultanan Bacan):Abd ar-Rahman (1872-1891)Hasan (1891/1900-1916)Syams ad-Din Tafalas (1916-1953)Penguasa Kerajaan Salawati (sejak abad ke-16 bawahan Kesultanan Ternate):Abd al-Kasim (1873-1890)Muhammad Amin (1900-1918)Bahar ad-Din Arfan (1918-1935)Abu’l-Kasim Arfan (1935-?)Penguasa Kerajaan Waigeo (sejak abad ke-16 bawahan Kesultanan Ternate):Gandżun (1900-1918)Tahun 1660, VOC memang sempat menandatangani perjanjian dengan sultan Tidore di mana Tidore mengakui protektorat Belanda atas penduduk Irian barat. Perjanjian ini jelas meliputi penduduk kepulauan antara Maluku dan Irian. Yang jelas juga, Tidore sebenarnya tidak pernah menguasai Irian. Jadi protektorat Belanda hanya merupakan fiksi hukum.
3 3 3