berikan 3 contoh bentuk akulturasi budaya indonesia antara budaya asli indonesia dengan budaya hindu-budha?

apakah sebabnya kerajaan islam banyak berkembang didaerah pesisir pantai?

bagaimana kehidupan masyarakat indonesia pada masa kolonialbarat ?

apa yg menjadi bukti adanya toleransi antara umat hindu-budha pada kerajaan mataram kuno?

sebutkan akibat yg muncul setelah malaka jatuh k tangan portugis pada tahun 1511?

1

Jawabanmu

2015-09-04T18:44:32+07:00
1. Contoh hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan Indonesia asli sebagai berikut.
1. Seni Bangunan

2. Seni Rupa dan Seni Ukir 
3. Seni Sastra dan Aksara
 
4. Sistem Kepercayaan
 
5. Sistem Pemerintahan

2. Alasan Perkembangan Agama Islam Bermula dari Pesisir karena seperti kita ketahui bahwa agama Islam itu dibawa pertama kali ke Indonesia oleh pedagang-pedagang dari persia, gujarat yang datang ke Indonesia melalui jalur laut. Otomatis, tempat yang mereka kunjungi pertama kali adalah pesisir pantai. Para pedagang tersebut banyak yang memutuskan menetap di pesisir pantai. Kebiasaan kebiasaan mereka beribadah, berdoa kepada Allah Swt. ternyata dapat mempengaruhi penduduk di sekitarnya menjadi tertarik dan akhirnya masuk islam.
3. semakin luasnya kekuasaan Kolonial di Indonesia maka untuk mempertahankan dan menjalankan struktur dan tugasnya, pemerintah Kolonial memanfaatkan potensi manusia Indonesia. Kebutuhan akan tenaga kerja manusia yang profesional, setidaknya tenaga kerja yang bisa membaca dan menulis semakin dibutuhkan. Keadaan tersebut semakin diperkuat keberadaannya setelah adanya tuntutan perbaikan nasib bangsa, terutama dalam bidang pendidikan dan wawasan bangsa Indonesia dari golongan humanis, akhirnya mendorong pemerintah Kolonial untuk mengadakan pendidikan bagi kaum pribumi. Pelaksanaan politik pendidikan oleh pemerintah Kolonial pada awalnya bertujuan untuk menyiapkan individu yang bisa membaca dan menulis, sehingga nantinya bisa dipekerjakan pada perkebunan-perkebunan atau perusahaanperusahaan industri. Tenaga kerja yang bisa membaca dan menulis ini biasanya ditempatkan sebagai mandor yang mengawasi para pekerja atau buruh lainnya.
4. Sebenarnya, bukan hanya Candi Borobudur yang menyontohkan adanya kepedulian seperti itu. Banyak peninggalan masa lampau menjadi bukti betapa kerukunan beragama sudah terjalin sejak lama. Hingga saat ini adanya toleransi beragama yang paling tua ditemukan pada situs Batujaya, Karawang (Jawa Barat). Pertanggalannya ditaksir dari masa abad ke-5 Masehi. Sebagaimana laporan Tim Arkeologi UI, di situs ini pernah ditemukan candi Buddha dan candi Hindu yang berdekatan letaknya. Situs Batujaya juga tergolong istimewa karena pernah memiliki tradisi berciri megalitik sebagai agama asli waktu itu. Tradisi tersebut berkembang sebelum zaman Hindu Buddha. Tiga agama hidup berdampingan secara damai, tanpa ada rasa saling bermusuhan tentu menunjukkan betapa toleransi beragama benar-benar dijunjung tinggi masyarakat kala itu.
5.
Kerajaan ini tidak meninggalkan bukti arkeologis yang cukup untuk dapat digunakan sebagai bahan kajian sejarah, namun keberadaan kerajaan ini dapat diketahui melalui Sulalatus Salatin dan kronik Cina masa Dinasti Ming. Dari perbandingan dua sumber ini masih menimbulkan kerumitan akan sejarah awal Malaka terutama hubungannya dengan perkembangan agama Islam di Malaka serta rentang waktu dari pemerintahan masing-masing raja Malaka. Pada awalnya Islam belum menjadi agama bagi masyarakat Malaka, namun perkembangan berikutnya Islam telah menjadi bagian dari kerajaan ini yang ditunjukkan oleh gelar sultan yang disandang oleh penguasa Malaka berikutnya.


3 5 3