Jawabanmu

2014-05-08T17:20:28+07:00
Saat itu, angin laut bergerak lebih cepat sehingga bisa menembus ketinggian lebih tinggi dari biasanya, mencapai freezing level terasa di ketinggian 13.000 kaki. Ketika angin bergerak sangat cepat mencapai wilayah lebih tinggi, yang terjadi uap air mengalami sublimasi, dan akhirnya turun menjadi hujan es. Faktor lain yang memicu adalah adanya angin yang bergerak dari daerah lebih tinggi di wilayah selatan DKI Jakarta. Angin ini bisa memblokade angin laut dan membuatnya bergerak ke wilayah lebih tinggi.

Saat ini Indonesia mengalami pancaroba. Pada masa itu, temperatur lebih tinggi sehingga konveksi juga lebih tinggi, mempengaruhi intensitas pembentukan awan. Awan yang terbentuk di Jakarta adalah awan kumulonimbus yang tinggi dan tebal. Saat jatuh, harusnya awan mencair. Tetapi kalau ukuran butiran cukup besar, akhirnya ketika jatuh masih dalam bentuk es.