Jawabanmu

2014-05-07T19:42:31+07:00
1.Peluang datang dengan tiba-tiba, tanpa permisi, sesuka hati. Inilah sifat pertama yang sangat menarik dari peluang, yakni ia datang dengan tiba-tiba, tanpa permisi, dan datang sesuka hati. peluang datang seperti bayangan yang dengan licik mengintip di belakang kita, menunggu kelengahan kita, dan muncul tanpa merasa berdosa ketika kita lalai atau tidak siap meraihnya. Peluang selalu muncul tanpa sinyal atau tanda, sehingga sangat sulit kita tebak atau prediksi. Yang ada dan rasional adalah kita bersiap diri, berbenah, getting prepared for, sehingga ada kalimat bijak yang saya akui selalu terngiang di telinga saya “Kesuksesan adalah ketika peluang bertemu dengan kesiapan.” Dan kesiapan itu tidak dibangun ketika peluang sudah datang, namun kita bersiap diri jauh hari sebelum peluang itu datang, bahkan idealnya kita bersiap saat yang lain lengah, lalai, dan tidak peka dengan potensi peluang yang akan datang.
2. Peluang jarang sekali, bahkan boleh dibilang tidak pernah datang dua kali. Ini salah satu sifat peluang yang juga tidak kalah menarik untuk dicermati. Peluang jarang datang dua kali, kalau tidak boleh dibilang peluang tidak pernah datang dua kali. Sering kita temui situasi dimana ada satu peluang yang bagus, namun justru rekan kita yang berhasil mengoptimalkan peluang tersebut. Ibaratnya sama-sama striker, sama-sama mendapat umpan matang, namun rekan kita yang berhasil mengkonversi bola di mulut gawang menjadi gol indah yang patut untuk dikenang dan dirayakan. Kita boleh saja berujar bahwa kalau ada umpan begitu lagi, kita akan siap dan kita juga mampu mencetak gol, namun percayalah, umpan sematang itu, dengan posisi sebagus itu, dan timing setepat itu, tidak akan terjadi lagi secara sama persis identik. Sekali kita melewatkan sebuah peluang, maka sang peluang itu akan dengan tangkas mengejek dan mentertawakan ketidaksiapan kita. Berakhirkah semua? Tidak !! Ilmunya sama, bersiap-bersiap-bersiap !! Tingkatkan kompetensi ketika belum dibutuhkan, bekali diri ketika belum banyak yang kepikiran, asah kemampuan ketika peluangnya belum datang, preparation before the moment.