Jawabanmu

2014-05-07T19:40:58+07:00
R.A. Kartini
Every April 21 people in indonesia commemorate the kartini day. It is beautiful day for the woman because we celebrate the birth of great lady R.A. Kartini. Everyone knows who Kartini is. She is our national heroine and a great lady with the bright idea. Kartini was born in 1879 April 21 in mayong jepara. Her father was Rama Sosroningrat a Wedana (assistant of head of regency) in mayong. Her mother, Ma Ngasirah was a girl from Teluk Awur village in Jepara as the daughter of a noble family, she felt luck because she got more than the ordinary people got. She got better education than other children. In november 12 1903 she married adipati djoyodiningrat, the head of rembang regency. According to javanese tradition Kartini had to follow her husband. Then she moved to rembang.
 
In September 13 1904 she gave a birth to her son. His name was Singgih. But after giving birth to a son, her condition was getting worse and she finally passed away on september 17 1904 on her 25 years old.
Now Kartini has gone. but her spirit and dream will always be in our heart. Nowadays Indonesian women progress is influenced by kartini's spirit stated on collection of letter "habis gelap terbitlah terang" or  from the dusk to the dawn.


R.A. Kartini


Setiap 21 April masyarakat di Indonesia memperingati hari kartini. Ini adalah hari yang indah untuk wanita karena kita merayakan kelahiran wanita hebat R.A. Kartini. Semua orang tahu siapa Kartini. Dia adalah pahlawan nasional kami dan seorang wanita hebat dengan ide cemerlang.

Kartini lahir pada tahun 1879 21 April di Mayong Jepara. Ayahnya adalah Rama Sosroningrat seorang Wedana (asisten Bupati) di Mayong. Ibunya, Ma Ngasirah adalah seorang gadis dari desa Teluk Awur di Jepara yang merupakan putri dari keluarga bangsawan, dia merasa beruntung karena dia mendapat lebih dari pada orang biasa. Dia mendapat pendidikan yang lebih baik daripada anak-anak lain. Pada tanggal 12 November 1903 ia menikah dengan adipati djoyodiningrat, kepala Kabupaten Rembang. Menurut tradisi Jawa Kartini harus mengikuti suaminya. Kemudian ia pindah ke Rembang.

Pada 13 September 1904 ia melahirkan anaknya. Namanya Singgih. Tapi setelah melahirkan seorang putra, kondisinya semakin parah dan dia akhirnya meninggal dunia pada 17 September 1904 berusia 25 tahun.

Sekarang Kartini telah tiada. Tapi semangat dan mimpi nya akan selalu berada di hati kita. Saat ini kemajuan perempuan Indonesia dipengaruhi oleh semangat kartini yang diyatakan dalam koleksi surat "Habis Gelap terbitlah Terang" yang ditulisnya