Jawabanmu

2014-05-06T16:50:07+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Layang-layang

Aku hanya ingin bebas, bebas dari semua masalah yang membuatku terpuruk, aku ingin terbang seperti layang-layang. Terbang dengan gagah membelah langit, walau sebenarnya terlihat lemah. Aku hanya ingin seperti layang-layang.***Sore ini tak ada pemandangan yang lebih indah dari pada menatap langit sore yang dipenuhi layang-layang. Pandanganku tertuju pada salah satu layang-layang kecil berwarna merah, entah kenapa hanya itu satu-satunya yang kecil. Aku terus memperhatikan layang-layang itu sampai akhirnya salah satu layang-layang besar yang ada didekatnya jatuh entah kemana.Dari situ aku mengerti, kecil belum tentu lemah dan besar belum tentu kuat. Rasanya seperti menyindirku, aku bisa dibilang orang yang ‘besar’ karena aku seorang artis yang cukup terkenal, tapi aku sangat lemah, terutama lemah dengan perasaanku.Memang sudah resiko, ada yang mencintai ada juga yang membenci. Tapi kurasa orang yang membenciku lebih banyak daripada orang yang mencintaiku. Bagaimana tidak, apapun yang aku lakukan didepan publik selalu saja mendapat cacian, bahkan perbuatan kecil yang aku lakukan di dunia maya sering mengundang hatersku untuk mencaciku.Oo iya.. kenalkan aku Ray Prasetya, aku dikenal sebagai ‘Penyanyi Peniru’. Entah hal apa yang membuat orang-orang menyebutku seperti itu, tapi yang jelas dari awal debutku mereka menuduhku meniru gaya menyanyi solois penyanyi mancanegara. Walaupun aku masih mendapat tawaran-tawaran tapi tetap saja rasanya berat, karena setiap kali aku muncul di depan publik, cacian-cacian itu terbang kepadaku. Aku benar-benar terpuruk. Misalkan tubuh manusia ini bisa hancur dengan sendirinya karena ejekan orang lain, mungkin tubuhku ini sudah mati hancur berkeping-keping tak bersisa*.Tapi aku masih bersyukur, masih ada satu wanita yang benar-benar tulus mendukungku. Dia Acha, dia dulu penggemarku tapi sekarang dia kekasihku. Sebenarnya hal ini juga mengundang kontroversi. Orang-orang bilang aku tidak laku, sehingga aku memacari penggemarku sendiri untuk menghapus gosip gay yang sempat beredar. Tapi itu semua salah, aku benar-benar mencitai dia.Kembali kekeadaan, sore ini aku memang tak ada job jadi aku cukup bersantai dirumah melakukan hobiku, melihat layang-layang.