Jawabanmu

2014-05-06T16:11:26+07:00
Peradaban Lembah Sungai Shindu (Indus)

a. Pusat Peradaban

Kota Mohenjo-Daro diperkirakan sebagai ibukota daerah lembah Sungai Shindu bagian selatan dan kota Harappa sebagai ibukota lembah Sungai Shindu bagian utara. Mohenjo-Daro dan Harappa merupakan pusat peradaban bangsa India pada masa lampau.
b. Tata Kota

Pembangunan kota Mohenjo-Daro dan Harappa didasarkan atas perencanaan tata kota yang pasti dan teratur baik. Jalan-jalan di dalam kota sudah teratur dan lurus dengan lebar mencapai sekitar 10 meter dan di kanan-kiri jalan terdapat trotoar dengan lebar setengah meter. Gedung-gedung, rumah tinggal dan pertokoan dibangun secara teratur dan berdiri kokoh serta terbuat dari batu bata lumpur. Wilayah kota dibagi atas beberapa bagian atau blok. Masing-masing blok, berbentuk persegi atau persegi panjang. Tiap blok dibagi oleh lorong-lorong yang satu sama lain saling berpotongan. Pada tempat-tempat itulah penduduk membangun rumah tempat tinggal serta gedung-gedung sebagai tempat untuk menjalankan pemerintahan. Lorong dan jalan dilengkapi dengan saluran air, untuk menyalurkan air dari rumah tangga ke sungai. Saluran-saluran itu dijaga dengan baik kebersihannya sehingga tetap berfungsi dengan baik.
c. Sanitasi (Kesehatan)

Teknik atau cara-cara pembangunan rumah telah memperhatikan faktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kamar-kamar dilengkapi dengan jendela-jendela yang lebar dan berhubungan langsung dengan udara bebas sehingga perputaran dan pergantian udara cukup lancar. Di samping itu, saluran pembuangan limbah dari kamar mandi dan jamban yang ada di rumah dihubungkan langsung dengan jaringan saluran umum yang dibangun dan mengalir di bawah jalan, di mana pada setiap lorong terdapat saluran air menuju ke sungai.
d. Sistem Pertanian dan Pengairan

Daerah yang berada di sepanjang lembah Sungai Shindu merupakan daerah yang subur. Di sepanjang lembah Sungai Shindu, masyarakat mengusahakan pertanian sehingga pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat India. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat berhasil menyalurkan air yang mengalir di lembah sungai Shindu sampai jauh ke daerah pedalaman. Usaha ini dilakukan dengan membuat saluran-saluran irigasi dan mulai membangun daerah pertanian di wilayah pedalaman.
Pembuatan saluran irigasi dan pembangunan daerah pertanian menunjukan bahwa masyarakat lembah sungai Shindu telah memiliki tingkat peradaban yang tinggi. Hasil pertanian yang utama adalah padi, gandum, gula, jelai, kapas dan teh.
e. Teknologi

Mereka telah mampu membuat barang-barang terbuat dari emas dan perak, alat-alat rumah tangga, alat-alat pertanian, kain dari kapas, serta bangunan- bangunan. Hal ini dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan yang ditemukan, seperti bangunan kota Mohenjo-Daro dan Harappa, berbagai macam patung, perhiasan emas perak, dan berbagai macam materai dengan lukisannya yang bermutu tinggi.
Juga ditemukan alat-alat peperangan seperti tombak, pedang, dan anak panah. Disamping itu, ditemukan juga alat-alat peninggalan budaya berupa barang-barang dari tanah liat, terutama peralatan rumah tangga.
f. Perekonomian

Masyarakat lembah sungai Shindu sudah mengadakan hubungan dagang dengan bangsa Sumeria di Mesopotamia dan bangsa-bangsa dari negeri-negeri lainnya. Hal itu dibuktikan dengan penemuan benda-benda dari lembah sungai Shindu di Sumeria.
Kota Sutkagedon memainkan peranan penting dalam perdagangan antara masyarakat lembah sungai Shindu dengan bangsa Sumeria. Kota Sutkagedon merupakan kota perbatasan yang terletak di Balukhistan. Perdagangan Sumeria melalui Sutkagedon dapat dialaksanakan dengan dua cara. Pertama, dengan jalan laut dapat dibuktikan melalui sebuah material dan pecahan benda-benda yang memuat gambar perahu layar. Kedua, dengan jalan darat yang dilaksanakan dengan mempergunakan tenaga kuda atau unta. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya terracotta kereta kecil (terracotta = tanah liat yang dibakar).
g. Pemerintahan

Candragupta Maurya Candragupta Maurya menjadi raja pertama Kerajaan Maurya. Pada masa Pemerintahannya, daerah kekuasaan Kerajaan Maurya diperluas ke arah timur, sehingga sebagian besar India bagian utara menjadi bagian dari kekuasaanya. Dalam waktu singkat, wilayah Kerajaan Maurya sudah mencapai daerah yang sangat luas, yaitu daerah Kashmir di sebelah barat dan lembah Sungai Gangga di sebelah timur.
Ashoka Pada masa pemerintahan Ahsoka (268-232 SM) cucu Candragupta Maurya, Kerajaan Maurya mengalami masa yang gemilang. Kalingga dan Dekkan berhasil dikuasai. Namun, setelah ia menyaksikan korban bencana perang yang maha dasyat di Kalingga, timbul penyesalan. Sejak saat itu, ia tidak lagi melakukan peperangan, bahkan ia mencita-citakan perdamaian dan kebahagiaan umat manusia.
Setelah Ahsoka meninggal, kerajaannya terpecah belah menjadi Kerajaan kecil. Peperangan sering terjadi dan baru pada abad ke-4 M muncul seorang raja yang berhasil mempersatukan kerajaan yang terpecah belah itu. Maka berdiri Kerajaan Gupta dengan Candragupta I sebagai Rajanya.

2014-05-06T16:15:41+07:00
Menurut penentuan karbon 14, keberadaan kedua kota ini seharusnya adalah antara tahun 2000 hingga 3000 sebelum masehi, lagi pula kota Harappa mengekskavasi perkakas batu 10 ribu tahun lampau. Luasnya kurang lebih 25 km persegi.Awal abad ke-20, arkeolog Inggris Marshell mengekskavasi kota kuno Mohenjondaro dan Hara. Hasilnya tingkat kesibukan dan keramaian kedua kota tersebut membuat Marshell terkejut. Ini adalah bekas ibukota dua negara merdeka pada jaman peradaban sungai India antara tahun 2350-1750 sebelum masehi, penelitian lebih lanjut menghasilkan perhitungan, dua kota masing-masing terdapat sekitar 30 hingga 40 ribu penduduk, lebih banyak dibanding penduduk kota London yang paling besar pada abad pertengahan.Kota dibagi 2 bagian yaitu kota pemerintahan dan kota administratif. Kota administratifadalah daerah pemukiman, tempat tinggal yang padat dan jalan raya yang silang menyilang, kedua sisi jalan banyak sekali toko serta pembuatan barang-barang tembikar. Kota pemerintahan adalah wilayah istana kerajaan. Fondasi bangunan yang luas membuat jarak terhadap penduduk, pagar tembok yang tinggi besar disekeliling dan menara gedung mencerminkan kewibawaan Raja. Wilayah kota dibagi atas beberapa bagian atau blok yang dilengkapi jalan yang ada aliran airnya.