Jawabanmu

2014-05-06T11:40:29+07:00
Puisi ini menyatakan bahwa Sutardji menuturkan adanya sesuatu yang berpasangan dalam hidup. Ada sesuatu hal yang seharusnya menjadi "sempurna" namun, yang diharap sempurna justru menjadi suatu hal yang tidak sempurna. Selain itu, puisi ini menggambarkan adanya kekecewaan yang besar dari penulis puisi terhadap keadaan sekitar yang berjalan tidak sesuai dengan kenyataan.

Contoh : Pemimpin yang diharapkan adalah oemimpin yang amanah, bertanggung jawab, dan memperhatikan rakyat. Bukan hanya pemimpin yang hanya bisa menambah luka, melupakan semua kewajibannya dan berlari dari tanggung jawabnya.
Namun, justru kita hanya mampu mendapatkan pemimpin yang tak amanah. Dalam keadaan yang baik, dalam keadaan ekonomi stabil, maupun dalam keadaan krisis, justru hanya rakyat yang menjadi "tumbalnya". Pada akhirnya, Sutardji memaparkan hanya waktu atau mungkin "penguasa" waktu yang sempurna atau lengkap. Sedangkan, "tangan" hanya berjalan tanpa jelas arah tujuan.

Semoga bermanfaat :)