Jawabanmu

2014-05-04T22:15:24+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Contoh Rancangan KonselingKonseling Behavioral
A.  Identifikasi Tingkah Laku Tidak Tepat: 
Klien yang mempunyai kebiasaan merokok berlebihan. Klien seorang mahasiswa semester I yang mampu menghabiskan 4 bungkus rokok perhari.
B.  Deskripsi Masalah:
Perilaku merokok bagi anak remaja memberikan makna tersendiri, anak merasa memiliki jati diri yang ditunjukkan dengan perilaku merokok sebagaimana yang dilakukan oleh orang dewasa. Anak remaja beranggapan bahwa sikapnya tidak merugikan siapapun, lagipula rokok tersebut ia dapatkan tanpa harus mencuri misalnya, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Dengan merokok menurut dia akan mendapatkan kepuasan psikologis. Kepuasan psikologis inilah yang menjadikan alasan  bahwa, perilakunya adalah suatu perilaku yang tepat dalam pandangan mereka. Di sisi lain, lingkungan kampus sudah barang tentu tidak mendukung sikap remaja tersebut sebagai tingkah laku tidak tepat, dilihat dari status klien sebagai mahasiswa, maupun dari segi kesehatan anak remaja tersebut.
C.   Prosedur Konseling (Tahap-tahap Konseling)1. Assesmenta.   Setiap melakukan aktifitas apapun klien selalu menyertai kegiatan dengan merokokb.   Kebiasaan merokok klien dimulai saat ia duduk dibangku SMPc.  Klien selalu bergaul dengan para perokok, sehingga hal ini mengakibatkan klien merasa sikapnya dapat diterima oleh orang lain. Ini adalah sesuatu yang menyertai kebiasaan merokok selama inid. Motivasi utama klien adalah untuk mendapatkan kepuasaan secara psikologis, meskipun sebetulnya klien mengetahui bahwa secara norma dan nilai-nilai agama merokok adalah seuatu yang lebih banyak mengandung mudharatnya.e. Keinginan klien untuk berhenti sebenarnya ada dalam pikiran klien, tetapi kondisi lingkungan tidak mendukung untuk berubahf. Klien mempunyai keinginan kuat untuk masuk dalam organisasi kemahasiswaan. Tetapi organisasi yang diminati mewajibkan para anggotanya tidak boleh merokok.2.  Goal SettingMengurangi kuantitas merokok dari 4 bungkus perhari menjadi 2 bungkus perhari, dan berhenti sama sekali dari kebiasaan merokokTechniques Implementationa.    Covert Reinforcement : yakni memakai imaji untuk menghadiahi diri sendiri. Klien diminta untuk memasangkan antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan imaji sesuatu yang ekstrim positif. Klien yang ingin menghilangkan kebiasaan merokok yang berlebihan, klien itu diminta membayangkan gambaran dirinya yang tidak sedang merokok dengan memiliki paru-paru yang bersih. Sekaligus ia juga dapat diminta untuk membayangkan gambaran dirinya sedang merokok, badannya berbau, paru-paru hitam, bajunya berlobang-lobang terpecik api rokok.b.    Satiation Proses memberi reinforcement yang paling berlebihan justru kehilangan nilainya sebagai penguat, atau bahkan bernilai sebaliknya. Satiation dapat dilakukan dengan membanjiri klien dengan stimulus yang sama sehingga reinforcement menjadi tidak berharga atau dengan terus-menerus memberi reinforcementsampai respon malahan tidak dilakukan kembali. Klien yang ingin menghilangkan kebiasaan merokok, Konselor justru memberi klien dan memaksanya merokok terus menerus, sampai wajahnya hijau, atau muntah-muntah sesudah itu klien menjadi kehilangan hasrat untuk merokokEvaluation - TerminationMenguji apa yang dilakukan oleh klien terakhir, eksplorasi kemungkinan kebutuhan klien, membantu klien mentransfer apa yang dipelajari klien selama konseling ke tingkahlaku klien, dan memberi jalan untuk memantau secara terus menerus tingkah laku. Dalam hal ini klien setiap tahap proses konseling dan imajinasi melihat ada perubahan atau tidak sewaktu diminta untuk membayangkan sewaktu klien merokok dan saat tidak. Dikonfrontasi dengan perilaku yang nampak dan apa yang dikatakan.