Jawabanmu

2014-05-04T14:38:02+07:00

Dwi-Kewarganegaraan

Sesuai dengan UU No. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, bagi anak yang dilahirkan pada dan setelah 1 Agustus 2006 dari pasangan WNI atau salah satu orang tuanya adalah WNI maka dapat mengajukan kewarganegaraan ganda terbatas dengan ketentuan sebagai berikut:

    Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari Ayah Warga Negara Indonesia (WNI) dan Ibu Warga Negara Asing (WNA);
    Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari Ayah Warga Negara Asing (WNA) dan Ibu Warga Negara Indonesia (WNI);
    Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari Ibu Warga Negara Asing (WNA) yang diakui oleh Ayah Warga Negara Indonesia (WNI) dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak berusia 18 (delapanbelas) tahun atau belum kawin;
    Anak yang lahir di luar wilayah Republik Indonesia dari Ayah dan Ibu Warga Negara Indonesia (WNI), yang karena ketentuan dari Negara tempat anak dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut;
    Anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh Ayah Warga Negara Asing (WNA);
    Anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang belum berusia 5 (lima) tahun, diangkat secara sah sebagai anak oleh Warga Negara Asing (WNA) berdasarkan Penetapan Pengadilan.

 

Setelah 18 tahun dan/atau telah menikah, anak tersebut harus mulai memilih kewarganegaraannya dan diberikan kesempatan 3 tahun untuk menentukan pilihan.

 

Pembuatan Affidafit (Kartu Dwi Kewarganegaraan)

 

Affidafit dibuat bagi anak-anak yang merupakan subyek warga negara ganda terbatas yang termasuknya memiliki kewarganegaraan Indonesia. Affidafit dapat digunakan sebagai pengganti dokumen perjalanan ke Indonesia agar pemegangnya dianggap sebagai warga negara Indonesia dan tidak memerlukan Ijin masuk ke wilayah Indonesia.

Persyaratan membuat affidavit:

 1.    Mengisi Formulir permohonan Affidafit yang tersedia di counter KJRI Perth atau dapat diunduh di website KJRI dan harus ditandatangani oleh kedua orang tua si anak. (Download Formulir)

 2.    Fotokopi Kutipan Akte Kelahiran anak yang disahkan/dibuatkan surat keterangan kelahiran oleh Perwakilan RI;

 3.    Pas foto anak terbaru berwarna ukuran paspor sebanyak 2 (dua) lembar;

 4.    Paspor RI anak bagi anak yang telah memiliki paspor;

 5.    Fotokopi paspor asing anak;

 6.    Fotokopi paspor orang tua dan status kewarganegaraan orang tuanya yang masih berlaku;

 7.    Bagi anak yang lahir dari perkawinan yang sah, harus melampirkan fotokopi Kutipan Akte Perkawinan/Buku Nikah/Akte Perceraian/Akte Kematian salah seorang orang tua anak, yang disahkan oleh Perwakilan RI;

 8.    Bagi anak yang diakui atau yang diangkat harus melampirkan fotokopi kutipan Akte Pengakuan yang ditetapkan dalam keputusan Penetapan Pengadilan tentang pengangkatan anak dan  disahkan oleh Perwakilan RI;

 9.    Bukti alamat orang tuanya;

 10.  Membayar biaya pengesahan/surat keterangan kelahiran sebesar AU$ 25.00

 11.  Membayar biaya affidafit sebesar A$10,-

2014-05-04T14:39:19+07:00
Dwikewarganegaraan dapat disebut dengan bipatride, yaitu memiliki dua kewarganegaraan. itu dapat terjadi jika seseorang lahir di suatu negara yang menganut asas ius sanguinis, namun berasal dari bangsa yang menganut asas ius soli.
asas ius sanguinis = asas dimana kewarganegaraan seseorang dilihat dari tempat lahir.
ius soli : berdasarkan kebangsaan sang bayi.

contoh : orang korea / jepang yang lahir di indonesia,