Jawabanmu

2014-05-04T12:23:24+07:00
Prof. Dr. Masykuri Abdillah, lahir pada tanggal 22 Desember 1958 di Weleri, Kendal, Jawa Tengah. Setelah tamat Sekolah Dasar (SD), ia melanjutkan belajar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pondok Pesantren Mranggen, Demak (selesai 1973). Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah Tebuireng, Jombang (selesai 1976). Gelar Sarjana Muda ia peroleh dari Fakultas Syariah Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta (1981), dan gelar Sarjana Lengkap dari Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (1985). Kemudian tahun 1995, ia berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Islamic Studies pada Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Timur Tengah, Universitas Hamburg, Jerman dengan disertasi “Responses of Indonesian Muslim Intellectuals to The Concept of Democracy”, yang telah diterbitkan oleh Abera-Verlag, Hamburg, Jerman (1996). Setelah kembali dari studi di Jerman ia mulai aktif mengajar di Fakultas Syari’ah, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan kemudian menjadi Ketua Jurusan Muamalah/Ekonomi Islam, Fakultas Syariah IAIN Jakarta (1997–1998), pada masa inilah IAIN Jakarta Jurusan Mu’amalah dikembangkan menjadi jurusan yang mempelajari dan mengembangkan ekonomi Islam, termasuk perbankan Syari’ah. Pada periode 2000–2003 ia mendapatkan amanat menjadi Pembantu Rektor IV (Bidang Kerjasama), dan pada 2003–2007 menjadi Pembantu Rektor I (Bidang Akademik) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Saat ini ia adalah Guru Besar pada Fakultas Syari’ah dan Sekolah Pascasarjana, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Direktur Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) UIN Jakarta. Di samping tugas di kampus, sejak 2004 ia menjadi Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sejak 2007 menjadi Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan sejak 2008 menjadi Sekretaris Bidang Kehidupan Beragama Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Seiring dengan tugasnya sebagai akademisi dan pengurus ormas, ia sering menjadi pembicara dalam berbagai diskusi, seminar/conference dan workshop, baik di dalam maupun di luar negeri. Sejak menjadi mahasiswa pada 1980-an, ia mulai menulis artikel di media massa, kemudian setelah menyelesaikan program S3, ia semakin banyak menulis artike di berbagai media massa (seperti Kompas, Republika, Seputar Indonesia, Media Indonesia, dsb), jurnal dan antologi serta diskusi dan seminar/conference. Disertasinya telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Demokrasi dalam Persimpangan Makna: Respon Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi, (Yogyakarta, Tiara Wacana, 1999 dan 2004). Tulisan-tulisannya terutama berkisar tentang Islam dan politik, hukum, pendidikan serta issu-issu kontemporer yang terkait dengan Islam. Diantara tulisan-tulisan itu terdapat dalam antologi Masykuri Abdillah, dkk, Fomalisasi Syari’at Islam di Indonesia: Sebuah Pergulatan yang Tak Pernah Tuntas (Jakarta: Renaisan, 2005). Artikel lain yang perlu disebutkan disini adalah Islam, Demokrasi, dan Masyarakat Madani (1999), Agama dan Hak-Hak Asasi Manusia (2000), Islam, Negara dan Civil Society: Prospek dan Tantangan Pasca Orde Baru (2001), Hukum Pidana Islam dalam Konteks Pembinaan Hukum Pidana Nasional (2002), Pesantren dalam Konteks Pendidikan Nasional dan Pengembangan Masyarakat (2003), Demokrasi yang Religius: Membincang Konsep Demokrasi di Indonesia (2004), Negara Ideal Menurut Islam dan Implementasinya pada Masa Kini (2005), Syari’ah dalam Konteks Globalisasi (2006), Kebebasan Berfikir dalam Konteks Masyarakat Indonesia (2007), dan Ways of Constitution Building in Muslim Countries (2008).