Jawabanmu

2014-05-03T14:03:52+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Pemerah Susu dan Embernya

Seorang wanita pemerah susu telah memerah susu dari beberapa ekor sapi dan berjalan pulang kembali dari peternakan, dengan seember susu yang dijunjungnya di atas kepalanya. Saat dia berjalan pulang, dia berpikir dan membayang-bayangkan rencananya kedepan.

"Susu yang saya perah ini sangat baik mutunya," pikirnya menghibur diri, "akan memberikan saya banyak cream untuk dibuat. Saya akan membuat mentega yang banyak dari cream itu dan menjualnya ke pasar, dan dengan uang yang saya miliki nantinya, saya akan membeli banyak telur dan menetaskannya, Sungguh sangat indah kelihatannya apabila telur-telur tersebut telah menetas dan ladangku akan dipenuhi dengan ayam-ayam muda yang sehat. Pada suatu saat, saya akan menjualnya, dan dengan uang tersebut saya akan membeli baju-baju yang cantik untuk di pakai ke pesta. Semua pemuda ganteng akan melihat ke arahku. Mereka akan datang dan mencoba merayuku, tetapi saya akan mencari pemuda yang memiliki usaha yang bagus saja!"

Ketika dia sedang memikirkan rencana-rencananya yang dirasanya sangat pandai, dia menganggukkan kepalanya dengan bangga, dan tanpa disadari, ember yang berada di kepalanya jatuh ke tanah, dan semua susu yang telah diperah mengalir tumpah ke tanah, dengan itu hilanglah semua angan-angannya tentang mentega, telur, ayam, baju baru beserta kebanggaannya.


semoga memabntu ^_^
2014-05-03T17:38:54+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
                                 MILI DAN KOLAM PERMINTAAN
Sekarang aku duduk di kelas 3 SD. Aku tidak terlalu pandai dalam pelajaran matematika. Bukannya aku sombong tetapi memang nilaiku di atas rata rata kelas kecuali pelajaran metematika. Kadang nilai metematikaku pas sekali dengan KKM dan kadang hanya lebih beberapa angka. Itulah yang membuatku selalu ranking 3. tetapi aku tetap bersyukur karena selalu masuk 3 besar. Pada saat istirahat aku lihat semua anak perempuan berkumpul di depan kelas. Aku pun ikut berkumpul bersama yang lain. Ternyata temanku yang bernama Lily bercerita tentang kolam permintaan. Aku mendengar baik - baik apa yang dikatakan Lily. Aku sangat takjub ketika mendengar cerita Lily tentang seseorang bernama Lala belemparkan koin ke kolam permintaan serta menyebutkan permintaannya yaitu nilai ujiannya selalu bagus dan benar nilainya selalu bagus. Lily juga berkata kolam permintaan itu berada di jalan Raya Jakarta. Nah jalan Raya Jakarta ini dekat dengan rumahku. Sepertinya nanti sore aku akan pergi kesana. "Assalamualaikum.." ucapku didepan pintu gerbang rumahku sepulang sekolah "Waalaikumsalam" ucap mama sambil membuka pintu gerbang. "Ma nanti aku keluar rumah dulu ya sehabis mandi" ucapku sangat bersemangat "Boleh tapi kamu mau kemana li ?" tanya mama. "Ke kolam permintaan ma .. cuma butuh 1 keping koin kok" ucapku sambil mengedipkan sebelah mata. " ,e,eamg apa permintaanmu ? "Aku ingin nilai matematikaku selalu bagus .. besok kan juga ada tes matematika" ucapku agak santai "Ok tapi ingat dirumah ini ada peraturan 'selalu belajar pelajaran setiap sore - malam khususnya yang menjadi materi ulangan di esok hari '" ucap mama sambil berjalan menuju pintu rumah. "Ok ma .." ucapku Aku sudah sampai di kolam permintaan aku siapkan koin serta segera mengatakan permintaanku dan aku lemparkan koinku. Aku sangat senang aku segera pulang ke rumah sengan senyuman senang Sesampainya di rumah mama menyuruhku duduk di meja belajarku dan membaca buku catatan mengerjakan soal matematika sebenarnya ini yang kusebut belajar. Kegiatan ini ku jalani dengan sungguh sungguh. Aku belajar matematika sampai malam tetapi aku tetap senang Hari ini hari bersejarah bagiku karena aku akan mengahadapi ulangan matematika. walau pun itu hanya mengulang tetapi di matematika itu perlu ketelitian. Pak Tono memasuki kelas dan mengucapkan salam lalu membahas sedikit materi matematika setelah itu membagikan soal tes. Jantungku berdetak kencang. Kubaca doa dan segera mengerjakan soal. Semua soal kukerjakan dengan teliti. Ketika ku sudah selesai kuhitung ulang hasil jawaban ulangan matematikaku. walau aku aku mengumpulkan paling terakhir tetapi yang penting semuanya betul. Lalu Pak Tono mengatakan bahwa ia akan membagikan hasil nilai matematika besok. Jantung ku semakin berdetak kencang karena besok matematika adalah pelajaran pada jam pertama. Sudah lama kumenunggu saat - saat ini. Hari ini dibagikan hasil nilai tes matematika. Pak Tono memasuki kelas jantung berdetak kencang lagi. Murid - murid yang piket ditugaskan untuk membagikan hasil tes matematika oleh Pak Tono. Kebetulan Lily mendapat giliran piket dia membagikan nilai ulangan matematikaku. Dia mendekatiku dan membisikiku " Nilaimu hebat " lalu dia memberikanku nilai matematikaku dan ternyata nilaiku adalah .. sembilan koma sembilan (9,9) aku hanya salah satu soal setelah ku lihat .. jawabanku tidak salah. Aku mengatakan hal itu pada Pak Tono dan Pak Tono menjawab "Oh ya li maaf ya.. jawabanmu itu benar bapak akan segera mengubah nilaimu " ucap Pak Tono aku sangat senang Sesampainya di rumah aku langsung mengucap salam dan langsung memeluk mama aku mengatakan tentang nilai ulangan matematikaku. Mama sangat senang begitu pula aku dan tiba tiba mama berkata " apa kamu berpikir bahwa ini karena kolam permintaan " "ya" ucapku bersemangat "sebenarnya itu bukan karena kolam permintaan " ucap mama lagi "terus apa ?" tanyaku kebingungan "itu karena kamu belajar dengan sungguh sungguh" ucap mama lagi. Aku memeandang mama dan berkata "terima kasih ya ma sudah mengajariku " ucapku sambil menangis tanda terima kasih serta terharu dengan kebaikan mama mengajariku matematika. "sama sama" ucap mama sambil tersenyum. Hari bersejarah ini tidak akan kulupakan seumur hidupku