Jawabanmu

2014-05-03T03:21:43+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Merupakan penulis dan bendahara portugis . Karya terbesarnya, suma oriental  (Dunia Timur), menceritakan penjelajahan pedagang Portugis hingga menguasai anak benua India dan Kesultanan Malaka  pada tahun 1511. Buku tersebut memberikan banyak informasi berharga mengenai keadaan Nusantara pada abad ke-16.

2014-05-03T05:18:18+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Tom Pires adalah penulis buku buku Summa Oriental, yang berisi uraian tentang Jawa (dan Kerajaan Sunda) secara lengkap. Tome Pires adalah seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon, Portugal. Ia sampai ke Malaka pada tahun 1512.Kemudian tahun 1513 (Maret-Juli), ia berlayar ke Jepara untuk membeli lada. Dua tahun kemudian berlayar ke India dan berencana pulang ke Lisbon karena sudah kaya. Namun gagal sebab diutus sebagai duta pertama Kerajaan Portugis ke Tiongkok, terutama untuk belajar mengenal obat-obatan di negeri tersebut. Tahun 1517 Pires tiba di Guangzhou dan diterima dengan hormat, namun ia harus menunggu lama sampai diperbolehkan masuk ke Beijing tahun 1521. Ternyata misinya ditolak karena terjadi kesalah pahaman. Dan karena timbulnya kerusuhan antara para kapten kapal-kapal Portugis
dan instansi-instansi Tionghoa serta berbagai tuduhan lainnya, maka ia dirantai dalam penjara dan meninggal tahun 1524 karena sakit. Namun menurut EM. Pinto,  Pires dibuang ke pedalaman Tiongkok, menikah dan mempunyai seorang putri yang menganut agama Kristen serta melaporkan kematian ayahnya sekitar tahun 1539 di Hsien-Pei-chou (kiangsu) di tepi Kali Besar.