Jawabanmu

2014-02-15T09:07:44+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Aksara dalam bahasa Sunda sama halnya dengan aksara Latin (A-Z), namun ditambah dengan adanya aksara ny-, ng-, é, dan eu. Misalnya, dalam kata:
- nyangu (asal kata sangu ‘nasi’) yang artinya menanak nasi;
- ngarit (asal kata ‘arit’) artinya sedang mengarit.
Terkadang, yang membedakan cara bicara orang Sunda dengan orang luar Sunda adalah penggunaan é, e, dan eu. Pengucapan é lakukanlah dengan menarik pipi sehingga bibir seperti tersenyum. Kalau pengucapan eu, lakukan dengan kepala agak didongakkan ke atas, kayak kita mau sendawa alias teurab. Untuk melatihnya, bedakan pengucapan kata-kata berikut!
É : témpé, Rancaékék, pélét, hésé, tétéh, Palémbang, motor bébék,
céngék, pépés ikan, kasép, korék api, héhéhéhé
E : Sumedang, pedang, gelas, Jember, kebon, ganteng, Semarang,
balsem
EU : Leuwipanjang, Cibeureum, heureuy, geulis, hideung, beuteung,
beuheung, beungeut, seuneu
Ok? Jika sudah fasih, bedakan pengucapan kalimat berikut:
Tétéh caket treuk hideung (artinya: ‘Teteh dekat truk hitam’)
Tétéh cakeutreuk hideung (artinya: ‘Teteh sangat hitam sekali’)
* Tétéh = kakak perempuan/panggilan kepada perempuan yang lebih tua usianya dari kita.