Jawabanmu

2014-05-02T21:59:10+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Laut…

Oh laut…

Luas dan biru warnamu

Sungguh indah dan mengagumkan


Kau bagai pelita bagi kami

Kau tumpuhan harapan kami

Dengan hasil laut kami dapat hidup

Menyongsong masa depan


Kala engkau marah

Kau hancurkan semua yang ada

Rumah kami… desa kami…

Bahkan saudara-saudara kami


Oh tuhan…

Tolonglah kami …

Selamatkanlah kami …

Dari bencana Tsunami

2014-05-02T22:11:27+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Daratan adalah rumah kita
dan lautan adalah kebebasan
langit telah bersatu dengan samudra
dalam jiwa dan dalam warna

Ke segenap arah
berlaksa-laksa hasta
di atas dan di bawah
membentang warna biru muda
tanpa angin
mentari terpancang
bagai kancing dari tembaga

Tiga buah awan yang kecil dan jauh
berlayar di langit dan di air
bersama dua kapal layar
bagai sepasang burung camar
dari arah yang berbeda

Sedang lautan memandang saja
dihadapan wajah lautan
nampak diriku yang pendusta

Disini semua harus telanjang
bagai ikan di lautan
dan burung di udara
Tak usah bersuara !
Janganlah bersuara !
Suara dan kata terasa dena

Daratan adalah rumah kita,
dan lautan adalah rahasia

===================

Senja dipelabuhan kecil
Mengayun sampan melewati
gulungan ombak yang mendesir
Membawaku ke dermaga hatimu

Duduk bersandar ditepian
Memandang mentari jingga
yang hampir tenggelam

Kepak-kepak camar menari
indah diatas hamparan langit
Semilir angin menerpa wajah
teduhkan jiwa

Menikmati senja yang indah
menunggu hadirnya gegap
gemintang malam

====================

Saat matahari terbit
aku langsung terbangun
Aku melihat pemandangan pantai begitu indah
Pantai berpasir putih nan lembut
Ombak berkejaran
membuat orang tertarik bermain dengannya
Kerang di pasir putih
membuatku ingin mengambilnya

Tapi saat ini
Aku melihat pantai telah rusak
Pasir yang putih menjadi kotor
Ombak-ombak yang bersih menjadi kotor
Kerang yang berserakan menjadi habis diambil manusia

Siapa yang merusak semua ini?
Sepertinya manusia yang sudah merusak semua ini
Aku yakin suatu saat nanti
mereka akan sadar bahwa semua yang mereka lakukan
telah merusak pantai-pantai kita semua


Angin Laut
Perahu yang membawamu
telah kembali
entah ke mana
angin laut mendorongnya ke ujung dunia
Engkau tidak mengerti juga
Duduklah
Ombak yang selalu
pulang dan pergi.
Seperti engkau
mereka berdiri di pantai
menantikan
barangkali
seseorang akan datang dan menebak teka-teki itu.


Laut Yang Ramai
Laut mendadak ramai
deburan ombak terseret angin
ke tengah samudera itu
sedang di bibir pantai
orang saja menari-nari

Laut mengundang sehamparan gunung samudera
datanglah dari penjuru segala
melihat kami menari
menjelang akhir sodorkan air
ketika tubuh bermandi peluh
tapi jangan suguhkan seudati*)
sebab ia sudah mati

Datang,
datanglah dari penjuru segala
ramaikan laut kami yang sepi
dengan lagumu yang sarat cinta