Jawabanmu

2014-05-02T17:10:26+07:00
Pengembangan tradisi keilmuan Islam juga berperan dalam proses integrasi Nusantara : Kerajaan-kerajaan Islam itu telah merintis terwujudnya idiom kultural yang sama yaitu Islam. Hal itu mendorong terjadinya interaksi budaya yang makin erat, sehingga akan mempercepat proses integrasi nusantara. Berkembangnya pendidikan dan pengajaran Islam, telah berhasil menyatukan wilayah Nusantara yang sangat luas. Dua hal yang mempercepat proses itu yaitu penggunaan aksara Arab dan bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu (lingua franca)

semoga membantu :)
3 4 3
2014-05-02T17:28:16+07:00
 Keberagaman dan keterbukaan Asia Tenggara terhadap pengaruh luar justru merupakan karakteristik wilayah ini yang paling menonjol. Keterbukaan tersebut tidak hanya dalam aspek budaya, tetapi juga dalam proses perubahan kepercayaan pun terdapat keterbukaan yang sama terhadap berbagai pemikiran dari luar. Keyakinan universalis berdasarkan kitab suci menguasai seluruh wilayah itu sekitar abad XV sampai XVIII Masehi. Mereka, khususnya orang Melayu Nusantara, mengidentifikasikan kawasannya sebagai negeri “di bawah angin” untuk membedakannya dengan dunia orang luar (terutama orang-orang India, Arab, dan Eropa) dari negeri “di atas angin” yang datang dengan memanfaatkan angin muson Samudra Hindia.326Pertemuan dan perpaduan budaya dan ideologi antara orang di ”negeri bawah angin” dan ”negeri atas angin” melahirkan intensifikasi dan dinamika intelektual yang dinamis, beragam dan semarak. Keberagaman dan intensifikasi dinamika intelektual tersebut menjadikan wilayah Melayu Nusantara semakin menarik dalam entitas sosial, budaya dan intelektual kawasan tersebut. Sejak abad XVII, bahkan sebelumnya, wilayah Nusantara, khususnya Sumatera bagian Barat, telah memiliki posisi dan peran historis sangat penting dalam renaisans tradisi keilmuan dan keulamaan, 327sehingga wilayah ini selama lima abad telah menjadi titik pusat Kepulauan Nusantara (the pivot of the Archipelago).328Adanya berbagai macam pengaruh menciptakan sebuah ”laboratorium” intelektual, yang ditandai dengan munculnya sejumlah karya monumental dalam berbagai disiplin ilmu.
3 4 3